Penukaran Uang di Balaikota Ricuh, Sistem Antrean Tidak Adil

Proses penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran di area Balai Kota Bogor diwarnai kericuhan dan kekecewaan mendalam dari warga

Rekam24.com, Bogor – Proses penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran di area Balai Kota Bogor diwarnai kericuhan dan kekecewaan mendalam dari warga, Kamis (12/3).

Ratusan warga yang telah mengantre sejak subuh harus gigit jari lantaran sistem pembagian kupon antrean dinilai tidak konsisten dan tidak adil.

Ketidakteraturan mulai terlihat sejak pagi hari. Berdasarkan penuturan warga, petugas sempat membubarkan antrean dengan alasan situasi yang mulai tidak kondusif atau “rusuh”.

Baca Juga : Amankan Mudik Lebaran 2026, Polres Bogor Siapkan 5000 Personel Gabungan

Warga diminta pulang dan kembali lagi pada pukul 15.00 WIB sesuai janji petugas. Namun, saat warga kembali sebelum waktu yang ditentukan, kupon antrean justru dinyatakan sudah habis.

Ratna, warga asal Karadenan, mengungkapkan kekesalannya karena merasa dipermainkan oleh panitia. Ia mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 05.30 WIB, namun catatan antrean paginya dinyatakan tidak sah.

“Katanya jam 3 (dibagiin), kita sebelum jam 3 sudah ke sini, enggak taunya sudah habis dibagiin. Tadi pagi disuruh pulang katanya rusuh, pas balik lagi malah begini. Padahal janji awalnya jam 3 sore baru dibagi,” ujar Ratna dengan nada kecewa.

Baca Juga : Tiket Jakarta Sold Out! Film ‘Na Willa’ Siap Guncang 22 Kota Lewat Penayangan Spesial

Hal senada disampaikan oleh Ibu Susi, warga asal Tegallega. Ia mengaku sudah mengincar informasi penukaran uang ini melalui jalur daring dan datang ke lokasi sejak pukul 04.00 WIB.

“Kita kan bukan minta, kita ini mau tukar uang. Kecewa banget, sesuai jadwal aja harusnya. Saya sampai menangis karena situasinya begini. Kita gondok, yang baru datang malah dapat nomor, kita yang dari jam 4 subuh malah enggak dapat,” tuturnya.

Kericuhan ini diduga dipicu oleh tingginya antusiasme warga yang tidak sebanding dengan jumlah kupon yang disediakan. Terlebih lagi, warga mengaku kesulitan mencari pecahan uang baru di bank-bank konvensional lainnya.

Baca Juga : Wujud Nyata Toleransi, Alumni USU Jabodetabek Peduli Gelar Bukber dan Santunan

“Saya sudah ke BSI, BNI, semuanya kosong. Padahal saya cuma mau tukar pecahan 100 ribu atau 50 ribu saja. Perlu banget ditambah (titik bank penukaran) supaya kondusif, jangan sampai kejadian seperti ini lagi,” tambah Ibu Susi.

Pihak penyelenggara terus berupaya menenangkan massa agar situasi tidak semakin memanas.

Warga berharap kedepannya sistem penukaran uang dapat dilakukan secara lebih transparan dan disiplin sesuai jadwal yang telah diumumkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *