Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menghadirkan pameran 75 artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para kerabatnya di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, bersebelahan dengan Gedung Laga Satria, selama satu bulan penuh hingga Hari Raya Idulfitri.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pameran tersebut di momentum bulan suci Ramadan.
Ya, sebelum kita bicara peresmian, tentunya kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah sangat baik terhadap Kabupaten Bogor. Di tahun 2025 kita diberikan keberkahan, salah satunya datangnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya. Lalu di 2026 kita diberikan keberkahan yang luar biasa. Masjid Raya Nurul Wathon terbangun dan kita disinggahi pameran artefak peninggalan Nabi besar Muhammad SAW dan para kerabatnya,” ujar Rudy.
Baca Juga : Gotong Royong dan Kebhinekaan Jadi Fondasi Membangun Kabupaten Bogor
Menurutnya, kehadiran artefak tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum religius untuk mendekatkan masyarakat kepada sejarah dan nilai-nilai Islam.
“Momentum Ramadan ini sangat berharga bagi umat muslim, baik di Bogor maupun luar Kabupaten Bogor. Kalau bukan karena izin Allah, artefak ini tidak akan datang ke Bogor. Maka saat sudah ada di sini, kami persilakan masyarakat hadir, melihat, mengenal sejarah, dan berdoa,” katanya
Pameran dibuka setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dan dapat dikunjungi secara gratis. Pemerintah juga menyiapkan area khusus di Laga Satria bagi masyarakat yang ingin bermunajat dan berdoa.
Baca Juga : Gara-gara Kompor Mati, Majikan di Gunungputri Bogor Tega Aniaya ART hingga Jadi Tersangka
Rudy menyebut total ada 75 artefak yang dipamerkan. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari para kiai dan ulama, organisasi Islam, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.
“Momentum ini untuk kita bersatu padu membangun Bogor untuk bangsa Indonesia,” tegasnya.
Ia mengaku banyak artefak yang baru pertama kali dilihat secara langsung, seperti rambut Nabi, penutup kepala (imamah), hingga bekas keringat yang tersimpan.
Baca Juga : Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto, Raih Kepuasan Publik Mencapai 83,29%, Infrastruktur Jadi Unggulan
Banyak yang belum pernah saya lihat. Mulai dari penutup kepala, rambut, hingga bekas keringatnya. Ini momentum membangkitkan semangat batin kita untuk mencari rida Allah sebesar-besarnya,” ucap Rudy.
Sementara itu, Juru Bicara Manajemen Artefak, Misbahul Anam, menyatakan pameran ini merupakan yang pertama dan terbesar di Kabupaten Bogor.
“Di Jawa Barat sudah sekitar tujuh kali, tapi di Bogor ini pertama kali dan terbesar, serta gratis. Di tempat lain biasanya berbayar, tiket paling kecil sekitar Rp100 ribu per orang,” jelasnya.
Baca Juga : Dukung Penanaman 1000 Pohon, Sastra Winara: Mari Kita Jaga Alam
Ia menyebut artefak yang paling diminati pengunjung antara lain rambut Nabi, imamah, serta bekas keringat.
“Yang paling banyak diminati itu rambut, imamah, dan bekas keringat. Imamah tadi bahkan masih tercium aromanya meski sudah 15 abad,” ujarnya
Terkait keaslian, Misbahul menegaskan seluruh artefak telah melalui proses sertifikasi sebelum masuk ke Indonesia.
“Sebelum masuk ke Indonesia, diminta bukti keaslian. Ada sertifikat dari Turki, Madinah, Mekkah, dan museum-museum terkait yang menyertakan bukti otentik. Jadi ini asli, bukan replika. Kalau replika pasti ada keterangan,” tegasnya.










