Rekam24.com, Bogor – Seorang warga asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terjebak di celah rel kereta api dekat Taman Topi Square, Paledang, Kota Bogor, Minggu 13 Juli malam.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 18.48 WIB itu segera ditangani oleh tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor.
“Kami dari Dinas Damkar Kota Bogor mendapat laporan pukul 18.48 WIB bahwa ada seorang warga terjepit di rel kereta api arah Stasiun Paledang, tepatnya di dekat Taman Topi Square,” ujar Anggota Rescue Damkar Kota Bogor, Diyan Irzadi.
Baca Juga : Perlintasan Kereta Api MA Salmun dan Kebun Pedas Siap Ditutup
Diyan menjelaskan, korban terjepit di antara besi rel besar dalam kondisi sedang menggendong anak.
“Sekitar 5 menit setelah laporan, kami sampai di lokasi dan langsung melakukan evakuasi menggunakan alat tang elektronik,” jelasnya.
Evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dalam waktu sekitar 10 menit, kaki korban berhasil dilepaskan dari celah besi rel.
Baca Juga : Kereta Jurusan Bogor Tertahan Lebih dari Empat Jam Akibat Tabrakan dengan Mobil di Perlintasan Kedung Badak
“Tidak ada luka berat yang dialami korban, hanya luka ringan. Tidak ada patah tulang maupun cedera serius lainnya,” tambah Diyan.
Korban diketahui bernama Rafik (23), warga Gunung Putri.
Rafik menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat dirinya tengah berjalan sambil menggendong anak.
Baca Juga : Balada Kereta Terakhir Pasar Minggu Ditengah Malam Menuju Bogor
“Saya sedang menggendong anak, ketika jalan saya tidak melihat celah rel dan tiba-tiba terperosok kaki saya masuk dan tersangkut. Mungkin karena gelap dan saya enggak tahu ada celah rel di jalan yang saya lewati,” kata Rafik.
Ia menyebutkan kakinya sempat terjepit selama sekitar 15 menit sebelum tim Damkar tiba di lokasi. “Alhamdulillah kaki saya enggak kenapa-kenapa, cuma lecet dan memar saja,” ujarnya.
Rafik menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sedang jalan-jalan bersama keluarga dan hendak mencari makan malam di sekitar kawasan tersebut.
Beruntung, proses evakuasi berjalan cepat dan korban dapat segera ditolong tanpa menimbulkan gangguan pada jalur kereta api.