Rekam24.com, Bogor – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, meninjau langsung kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 20 Juli 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan menjelang peluncuran nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung di Desa Hambalang, Senin 21 Juli 2025 dan akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Herman mengatakan, Jawa Barat siap menjadi tuan rumah peluncuran program strategis nasional ini.
Baca Juga : Gerindra Kota Bogor Resmi Tempati Sekretariat Baru, Siap Kawal Program Prabowo
“Kami melakukan cek-ricek persiapan peluncuran Koperasi Merah Putih di Indonesia. Presiden akan langsung memimpin, dan kami di Jawa Barat sangat siapz Gubernur, beserta jajaran, steakholder terkait, forkopimda, semua akan berkumpulnya di Hambalang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 10 model koperasi percontohan yang disiapkan secara nasional, salah satunya adalah KDMP Hambalang. Jawa Barat sendiri saat ini telah memiliki 5.957 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 23 merupakan koperasi hasil pengembangan, dua revitalisasi, dan sisanya koperasi baru.
Setelah peluncuran, Pemprov Jabar juga akan menggelar pelatihan bagi para ketua dan pengurus koperasi.
Baca Juga : Di Hadapan Kader DPC Gerindra Kota Bogor, Dedie A Sampaikan 100 Hari Kerja
“Mereka harus memiliki integritas, memahami manajemen koperasi, keuangan, hingga pemasaran. Setelah dilatih, mereka juga akan didampingi secara intensif agar koperasi benar-benar berjalan efektif,” tambahnya.
Herman menekankan bahwa koperasi ini bukan sekadar formalitas, tapi harus menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat desa. Ia menyebutkan setidaknya ada enam divisi usaha dalam koperasi ini, mulai dari simpan pinjam, layanan sembako, klinik dan apotek desa, gudang, hingga distribusi logistik seperti pupuk dan LPG.
Salah satu tujuan utama koperasi ini adalah mengatasi maraknya praktik pinjaman ilegal yang merugikan masyarakat. “Sekarang PR kita besar, yaitu melawan pinjol ilegal yang mencekik masyarakat. Kita harus katakan tidak kepada mereka. Solusinya adalah koperasi simpan pinjam yang lebih mudah, murah, dan dimiliki oleh masyarakat sendiri,” tegasnya.
Baca Juga : Pemkot Bogor Rampungkan Rancangan Akhir RPJMD 2025–2029, Usung Visi ‘Bogor Beres, Bogor Maju’
KDMP Hambalang menjadi salah satu model koperasi ideal yang telah menjalankan unit-unit usaha tersebut. Herman berharap seluruh perangkat desa memiliki rasa kepemilikan terhadap program ini.
“Jangan beri ruang untuk gagal. Ini adalah program strategis Bapak Presiden, kabinet, Pemprov Jabar, sampai ke tingkat desa. Jadi harus 100 persen sukses,” pungkasnya.