Rekam24.com, Bogor – Kebakaran melanda Gedung MI Islamiyah berlokasi di Kampung Blok Asem (RT 004/ RW 002) Sukasari, Tanah Sereal, Kota Bogor, pada Sabtu dini hari, (25/10/2025) sekitar pukul 03:52 WIB.
Api membakar bagian lantai dua bangunan yang digunakan sebagai kantor, ruang arsip, dan buku-buku sekolah. Menurut keterangan warga, Rini, melihat api pertama kali muncul dari bagian atap sekitar pukul 02:30 WIB.
Menjadi orang pertama yang melihat kobaran api.
Baca Juga : Duka Berlapis, Atalia Praratya Kehilangan Kakak Tertua di Tengah Ujian Hidup
“Saya dengar kaca pecah, kirain ada orang iseng. Pas lihat dari kaca, api udah gede banget. Saya langsung teriak minta tolong,” ujarnya. Petugas pemadam kebakaran kota Bogor tiba sekitar pukul 04:10 WIB setelah menerima laporan dari warga.
Pemadaman dilakukan selama kurang lebih 25 menit. Kendala muncul karena akses menuju lokasi yang sempit, sekitar 120 meter dari jalan utama dan berada di dekat jalur rel kereta api.
Komandan Damkar sektor Yasmin, Suharjo, mengatakan bahwa penyebab kebakaran kemungkinan besar korsleting listrik. “Karena beberapa hari ini hujan terus, ada rembesan air.
Baca Juga : BRI Rebrandring Logo Baru, Perluas Segmen ke Kalangan Muda
“Kemungkinan besar korsleting, tapi kepastiannya menunggu tim investigasi,” jelasnya. (27/10/2025).
Komandan Damkar Sektor Yasmin, Suharjo membeberkan penyebab kebakaran pada Senin, (27/10/2025) di Mako Damkar Yasmin.
Bagian yang terbakar meliputi kantor guru, ruang penyimpanan arsip, buku-buku pelajaran, serta dua ruang kelas yang digunakan sebagai gudang.

Struktur bangunan yang menggunakan material bambu dan banyaknya tumpukan buku membuat api cepat membesar.
Petugas Damkar mengimbau sekolah-sekolah meningkatkan kewaspadaan. “Kami sudah sering lakukan penyuluhan. Sekolah harus punya alat pemadam dan rutin simulasi setiap tahun,” ujar Suhrajo.
Di tengah kerusakan yang terjadi, para guru dan siswa tetap berupaya melanjutkan kegiatan belajar. Mereka berharap ruang kelas segera diperbaiki agar aktivitas pembelajaran bisa kembali normal. (Nasywa Halimah)










