Rekam24.com, Bogor – Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra durian unggulan nasional yang mampu menembus pasar internasional. Potensi tersebut tersebar merata di berbagai wilayah, mulai dari Bogor Barat, Timur, hingga Selatan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Kadistanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, menyebut hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor memiliki karakter lahan yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman durian.
“Potensi durian di Kabupaten Bogor itu ada di semua wilayah, baik barat, timur, maupun selatan,” ujar Entis.
Baca Juga : Viral Tebing Tinggi di Pinggir Kali Jalan Sholeh Iskandar, Ternyata Pembatas Proyek Lapangan Padel
Menurutnya, durian yang berkembang di Kabupaten Bogor hingga saat ini didominasi oleh durian lokal yang memiliki karakteristik serta kualitas berbeda di setiap kecamatan. Keanekaragaman tersebut justru menjadi kekuatan karena menawarkan cita rasa dan keunggulan khas daerah masing-masing.
“Sebagian besar masih durian lokal, dan tiap kecamatan punya kualitas serta ciri khasnya sendiri,” jelasnya.
Entis mencontohkan, di wilayah Leuwiliang terdapat durian lokal yang dikenal dengan nama Cengal. Sementara di Kecamatan Rumpin, masyarakat mengenal varietas lokal Cimeng. Adapun di wilayah Sukamakmur, durian yang dibudidayakan juga memiliki karakter dan sebutan berbeda dibandingkan daerah lainnya.
Baca Juga : Gunakan APBD Ratusan Juta, BKAD Kota Bogor Terbang Ke Bali, Belajar Strategi Penyusunan Anggaran
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas unggulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun ini menyalurkan bantuan bibit durian kepada para petani. Total bibit yang disiapkan mencapai 50 ribu batang dan didistribusikan ke berbagai kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Totalnya ada 50 ribu bibit durian yang kami salurkan untuk ditanam oleh para petani di Kabupaten Bogor,” pungkas Entis.










