Rekam24.com, Depok – Di tengah lalu-lalang Kukusan, Kota Depok, Bilik Kucing menjadi pelabuhan bagi kucing-kucing rescue.
Langkah-langkah kecil di lantai, suara dengkuran halus, dan sentuhan tangan pengunjung menjadi awal bagi kucing-kucing rescue untuk belajar kembali percaya, bermain, dan merasa aman.
Bilik Kucing mulai menyapa pengunjung sejak 28 Januari 2023. Setiap Selasa hingga Minggu, dari pukul 12.00 hingga 21.00 WIB, kafe ini membuka pintunya bagi para cat lovers.
Baca Juga :
Sementara hari Senin, suasana kafe tenang dikhususkan untukKPK Amankan 10 Orang Dalam OTT di Bekasi, Termasuk Bupati perawatan dan pemeriksaan kesehatan kucing-kucing rescue, memastikan mereka tetap sehat dan nyaman sebelum menyambut pengunjung berikutnya.
Dari Hangout Menjadi Ruang Adopsi
Bilik Kucing tak hanya dibangun sebagai ruang hangout bagi para pecinta kucing.
Meidy, owner Bilik Kucing, menuturkan bahwa sejak awal tempat ini berdiri memang dirancang dengan dua tujuan utama.
Meidy Aisyah, Owner Bilik Kucing, saat diwawancarai mengenai konsep Bilik Kucing, Kukusan, Kota Depok (06/12/25).

“Yang pertama kita bikin tempat hangout untuk cat lovers. Yang kedua, kita pengen bantu shelter dan rescue kucing. Kucing-kucing dari shelter kita bawa ke sini supaya bisa diadopsi,” ujar Meidy.
Ia menambahkan, lewat konsep ini pengunjung bisa langsung mengenal kucing-kucing yang ada sebelum memutuskan untuk mengadopsi.
Konsep & Cerita di Balik Bilik Kucing
Pemilihan konsep yang menggabungkan keberadaan kucing dilakukan karena karakter kucing yang dekat dengan masyarakat, terutama anak muda.
Meidy, owner Bilik Kucing, menjelaskan bahwa kucing merupakan hewan populer dan banyak diminati.
Salah satu pengunjung memberi snack pada kucing-kucing di Bilik Kucing, Kukusan, Kota Depok (06/12/25).
“Yang namanya kucing kan pasti lucu dan juga termasuk hewan populer yang diminati khususnya masyarakat muda.
Anak-anak muda kan sebenarnya target audience utama kita, di sini juga banyak mahasiswa, banyak cat lovers, dan banyak juga yang mau adopsi. Pada awalnya kita emang kerja sama, sama shelter kucing,” ujar Meidy.

Salah satu kucing di Bilik Kucing, Kukusan, Kota Depok (06/12/25).
Bilik Kucing lahir dari pemikiran sederhana tapi sarat makna: menciptakan ruang hangout bagi pecinta kucing sekaligus menjadi tempat singgah bagi kucing-kucing rescue sebelum menemukan rumah baru.
Keterlibatan kucing rescue bukan sekadar tambahan konsep, melainkan inti dari misi sosial kafe ini. Seluruh kucing yang ada di Bilik Kucing berasal dari rescue, bukan dari breeder.
“Memang kucing kita semuanya dari rescue, kita nggak ada kerja sama sama breeder,” kata Meidy.
Baca Juga : Malam-Malam KPK Datang! Ruang Kerja Bupati Bekasi Disegel
Ia menambahkan, “Banyak banget kucing kita yang bulu-bulunya bagus yang ras Malaya dan British yang kebetulan mereka emang ditelantarkan sama orang. Di sini kucing-kucing kayak gitu kita rescue buat jadi anggota di sini, tujuannya supaya mereka bisa diadopsi juga.”
Di Bilik Kucing, tiap kucingnya memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang pemalu, ada yang suka bermain, ada yang suka bersembunyi di sudut, dan ada pula yang ramah menyambut pengunjung.
Interaksi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi jembatan bagi pengunjung untuk memahami perilaku kucing rescue dan memutuskan siapa yang akan diadopsi.
Baca Juga : Durian Bogor Siap Mendunia, 50 Ribu Bibit Ditanam dari Barat hingga Timur
Perawatan kucing dilakukan oleh tim khusus setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan.
“Untuk yang merawat di sini yang pasti cat crew, kita ada crew khusus sebagian merawat kucing,” jelas Meidy.
Selain itu, “cara merawatnya dengan kita jadwalkan makannya, terus juga untuk tempat poop kita terpisah dari tempat main sama makan manusia, kemudian juga tiap hari Senin kita ada visit dokter mungkin seminggu sekali atau dua minggu sekali untuk cek kesehatan kucing-kucing sama pembersihan dan pemotongan kuku,” tambahnya.
Baca Juga : Durian Bogor Siap Mendunia, 50 Ribu Bibit Ditanam dari Barat hingga Timur
Dengan demikian, Bilik Kucing bukan hanya menjadi tempat hangout yang menyenangkan, tapi juga rumah sementara yang aman dan nyaman bagi kucing-kucing rescue, sambil memberi pengunjung kesempatan merasakan kedekatan dan membuka peluang adopsi.
Banyak pengunjung pertama kali mengetahui Bilik Kucing lewat media sosial, terutama TikTok. Salah seorang pengunjung menceritakan bagaimana sekilas video yang mereka tonton menjadi pemicu untuk datang langsung,“Kebetulan lewat FYP sih mas di TikTok, jadi saya tau tempat ini,” ujar Yoga.
Keunikan kafe dengan kehadiran kucing-kucing rescue menjadi daya tarik tersendiri yang membuat kafe ini berbeda dari yang lain.
Baca Juga : BKAD Kota Bogor Belajar Penyusunan Anggaran Dari Bali Fokus Pada Program Prioritas
“Karena kafe ini memiliki keunikan tersendiri seperti terdapat kucing di dalamnya, mungkin itu yang buat kafe ini lebih menarik dibandingkan kafe yang lain,” lanjutnya.
Interaksi dengan kucing menjadi bagian penting di Bilik Kucing, karena pengalaman ini membuat pengunjung ingin kembali lagi.
“Pasti saya akan balik lagi ke sini, karena memang tempatnya nyaman dan kucingnya juga bersih dan lucu-lucu,” ujar terakhir yoga.
Suasana hangat dan interaksi dengan kucing-kucing membuat Bilik Kucing berhasil menghadirkan pengalaman hangout yang berbeda.
Kafe ini bukan sekadar tempat untuk melepas penat atau minum kopi, tapi juga menjadi ruang di mana manusia dan kucing bertemu, saling memberi kehangatan, dan membuka kesempatan baru bagi kucing-kucing yang menunggu rumah baru. (Diandra Rabbani Altaf)










