Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana sebagai langkah proaktif menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil merujuk pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor 360/kep.626-BPBD/2025 serta hasil analisis kondisi cuaca terkini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, menyatakan bahwa penerbitan SK Siaga Darurat oleh Pemerintah Kota Bogor merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus sistem peringatan dini bagi seluruh elemen masyarakat.
“Bapak Gubernur telah mengeluarkan SK, dan kami di Pemerintah Kota Bogor juga mengeluarkan SK Siaga Darurat dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Kota Bogor. Ini adalah bentuk early warning bahwa potensi bencana itu ada dan kita harus siap menghadapinya,” ujar Dimas Tiko saat memberikan keterangan resmi.
Baca Juga : Calon Rektor IAIN Sas Bangka Belitung Diduga Terlibat Kasus Tesis
Pasca terbitnya SK tersebut, BPBD Kota Bogor bergerak cepat melakukan evaluasi, analisis, serta koordinasi dan komunikasi (korkom) lintas sektor. Dimas menjelaskan ada beberapa langkah utama yang telah dan sedang dijalankan:
Apel Siaga Bencana: Penyelenggaraan apel untuk memastikan kesiapan aparatur, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.
Sinergi BMKG: Melakukan komunikasi intensif dengan BMKG untuk memprediksi dinamika cuaca, mengingat Kota Bogor saat ini berada pada fase curah hujan dengan skala sangat tinggi.
Baca Juga : Rayakan Toleransi, Bogor Street Festival 2026 Digelar Saat Ramadan
Respons Cepat: Optimalisasi Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) untuk merespons setiap laporan kejadian secara instan.
Dimas menekankan bahwa sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) tidak hanya mengandalkan perangkat fisik, tetapi juga kekuatan informasi melalui kanal digital.
“EWS itu tidak selalu bicara soal alat yang terpasang. Kami memaksimalkan grup-grup WhatsApp seperti ‘Bogor Tangguh Bencana’ serta grup koordinasi Bendung Katulampa dan Cisadane. Rekan-rekan BMKG dan penjaga bendung secara rutin mengupdate informasi cuaca dan tinggi muka air sebagai bentuk peringatan dini,” jelasnya.
Baca Juga : Tragedi Lahan Jagung Dramaga: Polisi Ringkus 2 Pengeroyok, 8 Orang Masih Buron
Selain itu, BPBD juga telah menyebarluaskan nomor-nomor darurat (hotline) yang dapat diakses gratis oleh masyarakat, mulai dari nomor Pusdalops BPBD, Pemadam Kebakaran, hingga Tagana melalui media sosial dan aparatur wilayah.
Sebagai bentuk dukungan nyata dari APBD Pemerintah Kota Bogor tahun 2025, BPBD menambah pemasangan perangkat EWS fisik di dua wilayah rawan banjir.
“Tahun 2025 ini, kami memasang Early Warning System banjir di wilayah Cikaret dan Panaragan. Ini adalah bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah untuk menambah kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” tambah Dimas.
Di akhir pernyataannya, Dimas Tiko mengapresiasi sinergitas yang terjalin kuat di Kota Bogor, terutama peran aktif para relawan penanggulangan bencana.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami lakukan asesmen dan penanganan. Jika butuh koordinasi lanjut, kami segera komunikasikan dengan instansi terkait. Sejauh ini, unsur relawan di Kota Bogor sangat aktif dan sangat membantu dalam mengantisipasi serta menangani bencana secara bersama-sama,” pungkasnya.










