Isu Ratusan Penambang Keracunan Gas di Bogor, Polisi Selidiki Lokasi Antam

Polsek Nanggung masih menyelidiki informasi terkait dugaan insiden yang menimpa penambang emas di kawasan Antam

Rekam24.com, Bogor – Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung masih menyelidiki informasi terkait dugaan insiden yang menimpa penambang emas di kawasan Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, beredar kabar melalui pesan berantai yang menyebutkan adanya penambang emas yang tertimbun saat beraktivitas di lokasi tambang.

Dalam informasi tersebut, disebutkan sekitar lima orang meninggal dunia. Bahkan, pesan lain menyebutkan adanya dugaan keracunan gas beracun di dalam lubang tambang dengan jumlah korban mencapai ratusan orang.

Baca Juga :Cuaca Ekstrem Mengintai, Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia menegaskan, pihaknya masih berada di lokasi bersama manajemen PT Antam untuk melakukan pendalaman.

Jadi kami saat ini berada di Antam bersama pihak Antam. Kami masih menunggu informasi resmi dari mereka karena belum bisa masuk ke dalam lokasi, masih terdapat asap,” ujar AKP Ucup saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, penyebab kejadian juga belum dapat dipastikan, apakah akibat gas beracun atau faktor lainnya. Namun ia memastikan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh tanah longsor dan tidak melibatkan karyawan PT Antam.

Baca Juga : Calon Rektor IAIN Sas Bangka Belitung Diduga Terlibat Kasus Tesis

“Belum tentu gas beracun, dan yang jelas bukan longsor serta bukan karyawan Antam,” jelasnya.

AKP Ucup menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran jumlah korban yang beredar luas di media sosial.

Kami masih di Antam bersama pihak Antam, menunggu laporan resmi. Lokasinya juga cukup jauh, jadi perlu memastikan langsung ke lapangan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Yang jelas informasinya belum akurat dan belum pasti. Kami tidak bisa sembarang masuk ke lokasi, jadi masih dalam tahap penyelidikan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *