Jaga Harmoni Keluarga Lewat Perut, MT Asyifa Gelar Program “Makan Sehat Rp3.000” di Kota Bogor

Di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok, Majelis Taklim (MT) Asyifa menghadirkan oase bagi warga Kota Bogor

Rekam24.com, Bogor  Di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok, Majelis Taklim (MT) Asyifa menghadirkan oase bagi warga Kota Bogor. Melalui inisiasi sang founder, Deswaty Diningsih, organisasi ini meluncurkan program berbagi makanan lengkap dan bergizi hanya dengan harga Rp3.000 yang dilaksanakan di salah satu warung padang, di Jalan Durian, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis 22 Januari 2026.

Program ini bukan sekadar bantuan pangan biasa. Deswaty menjelaskan bahwa konsep menjual dengan harga sangat murah—bukan menggratiskan—dipilih untuk menjaga martabat dan rasa percaya diri penerima manfaat.

“Kalau kami berikan gratis, mungkin banyak yang malu untuk menerima. Tapi dengan harga Rp3.000, mereka merasa membeli. Padahal aslinya ini makanan seharga Rp20.000-an dengan lauk lengkap seperti ayam atau daging, sayur, dan pendamping lainnya yang kami subsidi,” ujar Deswaty saat ditemui di sela-sela kegiatan di Kecamatan Bogor Timur.

MT Asyifa tidak main-main dalam menjaga kualitas. Sebelum bekerja sama dengan warung nasi, tim melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan rasa masakan benar-benar enak dan layak konsumsi.

“Kami memfilter masakannya. Bukan hanya komplit, tapi harus enak. Kami ingin warga yang membeli merasa senang dan bahagia karena mendapatkan makanan yang sangat layak dengan harga sangat murah,” tambahnya.

Baca Juga ; BRI Bogor Dewi Sartika Kembali Salurkan TJSL di Beberapa Titik

Hingga saat ini, aksi sosial tersebut telah memasuki putaran ke-11. Deswaty bersama anggota MT Asyifa secara konsisten berkeliling di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor setiap hari Senin dan Kamis sore mulai pukul 16.00 WIB.

“Ini inisiasi untuk mengajak teman-teman di MT Asyifa berbagi. Tidak perlu banyak, ikut satu paket pun kami terima. Yang penting kita sama-sama merasakan indahnya berbagi,” kata Deswaty.

Terkait publikasi di media, Deswaty menegaskan bahwa tujuannya murni untuk memotivasi pihak lain agar melakukan gerakan serupa. Ia melakukan kalkulasi sederhana mengenai potensi bantuan jika lebih banyak orang yang terlibat.

Baca Juga : APBD Bogor 2026 Anjlok Rp3 Triliun, Rektor INDABI: Pengelolaan Pajak Lemah

“Satu tim kami bisa membantu sekitar 100 orang sekali jalan. Seandainya ada 10 tim lain yang melakukan hal serupa, artinya dalam satu hari ada 1.000 orang yang terbantu. Harapan kami adalah terciptanya efek domino kebaikan,” jelasnya.

Lebih jauh, Deswaty melihat program ini sebagai fondasi kebahagiaan di tingkat keluarga. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik berkaitan erat dengan kondisi psikologis anggota keluarga.

“Jika perut kenyang dengan makanan bergizi, emosi lebih terjaga dan tidak mudah marah. Akhirnya terbentuklah keluarga yang harmonis. Keharmonisan itu bukan hanya milik keluarga kaya, tapi milik siapa saja yang merasa tercukupi dan bahagia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *