Rekam24.com, Jakarta – Sebuah video berdurasi 62 detik yang diunggah di akun media sosial resmi Donald Trump pada Kamis (5/2) memicu gelombang kritik luas.
Video berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut menampilkan cuplikan kontroversial yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama dengan wajah mereka ditempelkan pada tubuh kera, diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight.
Unggahan yang dipublikasikan pada dini hari tersebut tidak hanya mengandung konten rasis, tetapi juga mendorong narasi konspirasi lama terkait manipulasi mesin penghitungan suara yang diklaim menguntungkan Joe Biden.
Baca Juga : Lansia Tercebur ke Sumur di Desa Cijujung, Kondisi Selamat Usai Dievakuasi
Reaksi keras segera muncul dari berbagai pihak:
“Perilaku menjijikkan dari Presiden. Setiap Republikan harus mengecam ini. Sekarang.” ujar Gavin Newsom (Gubernur California)
“Menilai Trump telah melampaui batas dengan memposting konten rasis yang eksplisit,” tulis Republicans Against Trump
Mengonfirmasi bahwa unggahan tersebut sempat bertahan di feed Trump hingga Jumat (6/2) pagi sebelum akhirnya dihapus,” Mediaite.
Baca Juga : Dua Tahun Buron, Begal Sadis Gunung Sindur yang Bikin Korban Cacat Permanen Akhirnya Ditangkap
Pihak internal mulai memberikan keterangan yang berbeda terkait insiden ini. Seorang pejabat senior menyatakan bahwa konten tersebut diunggah secara keliru oleh staf dan baru diturunkan setelah 12 jam tayang.
Namun, juru bicara Karoline Leavitt justru membela Trump dan menyebut kemarahan publik sebagai ‘kepanikan palsu’ yang dibesar-besarkan media. Menurutnya, video tersebut hanyalah sebuah meme yang menggambarkan Trump sebagai “Raja Hutan.”
Insiden ini menambah daftar panjang serangan Trump terhadap Barack Obama. Sebelumnya, Trump kerap menyebarkan teori konspirasi terkait pengkhianatan hingga menggunakan video AI yang menggambarkan skenario penangkapan Obama.









