Rekam24, Bogor – Pemerintah Kota Bogor mulai memetakan prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui ajang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Fokus utama tahun ini mencakup apresiasi terhadap generasi muda berprestasi, percepatan infrastruktur jalan, hingga solusi jangka panjang pengolahan sampah berbasis teknologi.
Dalam pembukaan Musrenbang, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menekankan pentingnya memberikan ruang bagi siswa-siswi Kota Bogor yang telah mengukir prestasi di kancah internasional. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan upaya pemerintah untuk memotivasi sekaligus menyerap aspirasi mereka demi masa depan kota.
Baca Juga : BRI BO Menara BRILiaN Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant
“Kita tampilkan mereka agar bermotivasi dan ikut berkontribusi memberikan pandangan serta harapan terhadap kotanya untuk masa depan mereka,” Ujar Dedie.
Menjawab pertanyaan terkait arah pembangunan fisik, Pemerintah Kota Bogor menegaskan bahwa penyelesaian Jalur Regional Ring Road (R3) menjadi prioritas utama di tahun 2027. Proyek ini dinilai krusial untuk mengurai titik-titik kemacetan yang selama ini membebani tengah kota.
Dedie menekankan pentingnya konsistensi antara eksekutif, legislatif, dan pemangku kepentingan agar pembangunan tidak bersifat parsial atau terputus di tengah jalan.
Baca Juga : Saldo Rekening Raib Rp12 Juta, Seorang Wanita Laporkan Dugaan Tukar Kartu ATM di Bogor Selatan
Sektor lingkungan hidup juga mendapatkan perhatian besar melalui proyek pengolahan sampah berbasis teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Saat ini, proses pengadaan untuk sarana di Galuga telah selesai dilelang dan dimenangkan oleh WEMI.
Beberapa perkembangan penting dalam pengelolaan sampah antara lain koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait penentuan titik lokasi di Galuga, penandatanganan kesepakatan antara Menteri LHK dan Gubernur Jawa Barat untuk pengelolaan sampah di Kayu Manis, serta kelanjutan proyek di Kayu Manis yang akan memasuki tahap lelang pada kuartal kedua melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
“Masa depan pengolahan persampahan Kota Bogor insyaallah bisa tuntas dengan terbangunnya pembangkit listrik tenaga sampah yang dikelola bersama Kabupaten Bogor dan wilayah aglomerasi,” pungkas Dedie. (Maya Melina)










