Pasar Pakuan Jaya Bogor Bertransformasi Jadi Creative Hub dan Pusat Pelatihan Barista

Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Barista yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di lingkungan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Foto/Isitmewa
Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Barista yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di lingkungan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Bogor – Pasar tradisional kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi jual-beli, melainkan bertransformasi menjadi ruang publik yang adaptif, produktif, dan kreatif. Semangat ini diwujudkan melalui Program Flagship Aktivasi Creative Hub: Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Barista yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di lingkungan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) ini diikuti oleh 30 peserta. Selama empat hari, peserta dibekali teori dasar, praktik penanganan mesin kopi, simulasi pelayanan, hingga asesmen uji kompetensi oleh tim asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada Minggu (11/10/2026) oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, R. Adi Mukhtar Rivai, bersama Kepala Biro Komunikasi, K. Irvan Faisal, yang mewakili Sekretaris Kementerian Ekraf/Sestama Bekraf.

Acara penutupan turut dihadiri jajaran Kemenekraf, Dewan Pengawas dan Manajemen Perumda PPJ Kota Bogor, tim asesor LSP, para trainer, serta seluruh peserta pelatihan.

Baca Juga : Soroti Kecuraman Lawanggitung – Batutulis, Dadang Danubrata: Kita Lihat Saat Uji Coba

“Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mempelajari keterampilan baru secara langsung. Sertifikasi kompetensi ini menjadi nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan diri kami untuk membuka usaha mandiri di bidang barista,” ujar R. Aufa Revinardi, salah satu peserta pelatihan.

Wali Kota Bogor bersama Direksi dan Dewan Pengawas Perumda PPJ memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini. Pemerintah Kota Bogor menilai inovasi pemanfaatan ruang pasar sangat efektif untuk memberdayakan pelaku KUMKM, pedagang, dan generasi muda.

Guna memastikan program tidak berhenti pada tahap seremonial, pihak Dewan Pengawas Perumda PPJ mendorong adanya sinergi dan pendampingan lanjutan bersama instansi terkait:

Baca Juga : Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Dinas KUMKM Dagin Kota Bogor: Menfasilitasi pendampingan penyusunan rencana bisnis, manajemen modal, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran digital.

Wali Kota Bogor turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Aktivasi Creative Hub melalui Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Skema Barista. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah positif dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan peluang kewirausahaan baru di Kota Bogor.

Ke depan, kegiatan kemitraan antara Pemerintah Kota Bogor, Perumda Pasar Pakuan Jaya, dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui program-program yang lebih beragam, inovatif, dan sesuai dengan potensi ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Seru! 33 Kelurahan Berkompetisi di Yamaha Kujang Cup Bogor, Berhadiah Motor

Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, tetapi berlanjut pada pendampingan usaha, pengembangan produk, perluasan akses pemasaran, serta penguatan kapasitas pelaku KUMKM agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, sinergi dengan perangkat daerah terkait, khususnya dinas yang membidangi KUMKM, perdagangan, perindustrian, pariwisata, dan kebudayaan, juga diharapkan semakin diperkuat. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, usaha mandiri, serta peluang ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor: Membuka peluang pengembangan ruang wisata kuliner serta promosi produk kreatif lokal di kawasan pasar.

Integrasi antara pusat perdagangan dan creative hub diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Ke depan, Perumda PPJ dan Kemenekraf berencana memperluas cakupan program pelatihan ke subsektor lain, seperti digital marketing, pengemasan produk, dan inovasi olahan pangan berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, Pasar Pakuan Jaya membuktikan bahwa pasar rakyat bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan ruang inklusif untuk bertumbuh, berinovasi, dan membangun masa depan ekonomi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *