Rekam24.com, RIYADH – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok pemberontak Houthi meluncurkan serangan balasan yang menyasar kawasan penerbangan komersial. Insiden terbaru menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dan memicu kehancuran pada fasilitas bandara serta menelan korban jiwa.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) membenarkan adanya korban dalam peristiwa mendadak ini. Seorang warga negara Pakistan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Berdasarkan laporan koalisi militer pimpinan Arab Saudi, ledakan bermula ketika sebuah proyektil misterius jatuh tepat di area Terminal 4 Bandara King Khalid. hantaman keras tersebut langsung memicu kobaran api dan kepulan asap tebal di sekitar terminal penerbangan.
Baca Juga : Pasar Pakuan Jaya Bogor Bertransformasi Jadi Creative Hub dan Pusat Pelatihan Barista
“Tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran bergerak cepat untuk mengisolasi kobaran api di Terminal 4. Saat ini, tim teknis masih terus melakukan inventarisasi dan penilaian atas total kerugian material yang ditimbulkan,” tulis keterangan resmi otoritas penerbangan setempat.
Peristiwa ini menambah panjang daftar ancaman keamanan udara di wilayah jazirah Arab. Hanya sehari sebelum insiden ini terjadi, serangan serupa juga menyasar area penerbangan yang sama. Pada kejadian sebelumnya, dampaknya jauh lebih destruktif—mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas dan lebih dari 300 orang mengalami luka parah.
Serangan beruntun ini meningkatkan kekhawatiran global terkait stabilitas jalur penerbangan komersial internasional serta keamanan para pekerja migran mancanegara yang beraktivitas di wilayah Arab Saudi.






