Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Kawasan Podomoro Tenjo, Polisi Lakukan Olah TKP

Seorang perempuan di Tenjo Bogor ditemukan meninggal, Foto/Isitmewa
Seorang perempuan di Tenjo Bogor ditemukan meninggal, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Bogor – Seorang perempuan berinisial HDA (34) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Cluster Kaliandra, Perumahan Podomoro, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2026). Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan.

Penemuan tersebut bermula ketika pihak pengelola perumahan bersama petugas keamanan mencium bau tidak sedap dari salah satu rumah sekitar pukul 11.30 WIB. Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Tenjo, Polres Bogor, segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik Hartono, menjelaskan bahwa personel kepolisian langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Pemeriksaan dilakukan oleh Ps. Kanit Reskrim Aipda Asep Supriadi bersama anggota piket sekitar pukul 14.40 WIB.

Baca Juga : Pusat Pemerintahan Baru Katulampa Bogor Mulai Dibangun 2027, Ini 3 Fasilitas Perdananya

“Setelah menerima laporan dari pihak pengelola dan petugas keamanan perumahan, anggota kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan TKP dan penanganan lebih lanjut,” ujar Hendrik.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan sebelumnya sempat menyampaikan kondisi kesehatannya kepada tetangga. Sekitar tiga minggu sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat menitipkan sejumlah kucing peliharaannya karena merasa tidak lagi mampu merawat hewan tersebut.

Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas keamanan, korban terakhir kali diketahui beraktivitas sekitar 19 September 2026. Sejak saat itu, korban tidak terlihat oleh warga sekitar hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Baca Juga : Diduga Mengantuk, Pajero Sport Tabrak Guardrail di Tol Jagorawi Km 29.600

Polisi kemudian melakukan pengamanan dan pemeriksaan TKP, mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi jenazah telah mengalami pembusukan. Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memperoleh informasi terkait kronologi kejadian,” jelas Hendrik.

Dalam penanganan kasus tersebut, pihak keluarga menyampaikan keberatan terhadap pelaksanaan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Keluarga juga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

Meski korban diketahui memiliki riwayat penyakit, penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Oleh karena itu, riwayat penyakit korban tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematiannya.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di kawasan Pamulang sebelum dimakamkan.

“Kami telah melaksanakan langkah-langkah penanganan yang diperlukan, mulai dari pemeriksaan TKP, pengumpulan keterangan saksi, hingga koordinasi dengan pihak keluarga. Selama proses berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif,” tutup Hendrik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *