Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan mulai menjajaki integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas manajemen sekolah. Program percontohan (pilot project) ini digagas bersama lembaga AI Indonesia, dengan menetapkan Sekolah Dasar (SD) Duta Pakuan sebagai lokasi uji coba perdana.
Inisiatif tersebut berfokus pada pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan berbagai sektor internal sekolah, mulai dari tata kelola administrasi, efisiensi penggunaan sumber daya air dan listrik, hingga optimalisasi fasilitas digital.
Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Asep Faisal Rahman, menjelaskan bahwa keterlibatan AI Indonesia berawal dari audiens bersama Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor. Dari pertemuan tersebut, SD Duta Pakuan dipilih sebagai sekolah percontohan.
Baca Juga : Pemkab Bogor Siapkan Pembangunan Wisma Istimewa bagi Atlet Disabilitas pada 2027
“AI Indonesia sudah melakukan audiens dengan Pak Wali dan Pak Kadis, lalu diarahkan ke SD Duta Pakuan sebagai sampling awal. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana fungsi AI dapat dioptimalkan untuk membantu efisiensi manajemen sekolah maupun tata kelola infrastruktur,” ujar Asep.
Pada tahap awal ini, tim peneliti mendata berbagai variabel krusial sekolah sebagai basis data (database) utama yang akan diolah oleh sistem AI, meliputi, jumlah perangkat komputer dan tingkat adopsi teknologi saat ini, kapasitas dan stabilitas jaringan internet (bandwidth), konsumsi daya listrik dan pemakaian air harian, jumlah ruang kelas serta fasilitas fisik pendukung.
Hasil olahan data tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi strategis (output) berupa langkah konkret yang perlu diambil pihak sekolah guna mencapai efisiensi operasional dan tata kelola administrasi yang ideal.
Baca Juga : Jaro Ade Optimistis Kabupaten Bogor Rebut Kembali Juara Umum Porprov 2026, Siapkan 1.508 Atlet
Pemilihan SD Duta Pakuan sebagai titik awal penerapan AI bukan tanpa alasan. Sekolah tersebut memiliki karakteristik area bangunan yang luas dengan kompleksitas infrastruktur yang terus berkembang, sementara ketersediaan sumber daya manusia (SDM) serta anggaran operasional tergolong terbatas.
“Kenapa dipilih SD Duta Pakuan? Karena di sana terdapat kompleksitas terkait besarnya kontur sekolah yang berbanding terbalik dengan keterbatasan SDM dan anggaran. Di sisi lain, biaya operasional meningkat seiring pembaruan bangunan dan fasilitas,” terang Asep.
Melalui pendekatan berbasis data, teknologi AI diharapkan mampu memangkas pemborosan energi dan biaya operasional, sekaligus mengimbangi kebutuhan anggaran pendidikan yang terus meningkat.
Peluang Ekspansi ke Seluruh Sekolah di Kota Bogor
Meski saat ini masih dalam tahap pendalaman bahan dan pemetaan data awal, Dinas Pendidikan Kota Bogor membuka peluang untuk memperluas implementasi sistem kecerdasan buatan ini ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Bogor jika uji coba di SD Duta Pakuan menunjukkan hasil positif.
“Ini baru sampling. Mudah-mudahan bisa menjadi embrio yang nantinya dapat diterapkan di seluruh sekolah di Kota Bogor, bahkan tidak menutup kemungkinan berkembang ke instansi pemerintahan lainnya,” tambah Asep.
Dinas Pendidikan Kota Bogor berharap kolaborasi bersama AI Indonesia ini menjadi solusi jangka panjang dalam membangun ekosistem ekosistem sekolah yang efektif, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan daerah.






