Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus memperketat langkah antisipasi guna menjaga kondusifitas dan ketertiban wilayah. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pemkot Bogor menggalang kekuatan bersama ribuan elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), ketua RW, hingga aparat ketertiban di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Langkah preventif ini diwujudkan lewat agenda bimbingan teknis (bimtek) deteksi dini sekaligus pemantauan keaktifan ormas yang digelar di Kota Bogor pada Selasa (13/10/2026).
Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatullah, menjelaskan bahwa kepekaan terhadap potensi pergesekan di tingkat tapak menjadi kunci utama agar gesekan kecil tidak berbuntut menjadi konflik sosial yang meluas.
Baca Juga : Tolak Konsinyasi PN Bogor, Warga Katulampa Desak Pemkot Appraisal Ulang Lahan Jalan R3
“Rumusnya sederhana namun krusial: pahami indikasinya, cek kebenaran faktanya, lalu koordinasikan ke pihak berwenang lewat jalur yang tepat,” tegas Hidayatullah saat membuka acara.
Sebanyak 150 peserta hadir dalam forum strategis ini. Mereka terdiri dari jajaran pengurus ormas resmi terdaftar, perwakilan RW se-Kota Bogor, hingga Kepala Seksi Trantib (Kasi Trantib) kecamatan dan kelurahan.
Dalam agenda tersebut, Bakesbangpol menggandeng unsur TNI dan Polri sebagai pemateri utama, yakni Mayor Inf. Aris Nazarudin Latif (Kodim 0606/Kota Bogor) serta Kompol Agus Suprianto (Kasat Binmas).
Baca Juga : Fungsi Trotoar Jalan Dr. Sumeru Dikembalikan, Pedagang Direlokasi ke Area RS Marzuki Mahdi
Hidayatullah menilai keberadaan forum warga seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pengurus RT/RW, dan ormas merupakan garda terdepan sistem peringatan dini (early warning system) di tengah publik.
Kerja sama yang solid dalam menyaring kabar burung atau provokasi dinilai mampu membendung potensi kerusuhan sebelum meluas.
Di era banjir informasi, isu hoaks dan adu domba acap kali menjadi pemicu utama perselisihan warga. Oleh karena itu, Bimtek ini menekankan pentingnya verifikasi fakta di lapangan sebelum sebuah isu ditanggapi secara berlebihan.
Selain mengasah ketajaman warga dalam melapor, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang evaluasi berkala bagi ormas-ormas lokal. Pemkot berharap seluruh ormas yang terdata dapat menjadi pilar pemersatu, bukan justru memicu perpecahan.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat wilayah ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan iklim Kota Bogor yang aman, nyaman, serta kondusif—sejalan dengan visi mewujudkan Bogor Beres dan Bogor Maju.






