Atasi Kesemrawutan Simpang Ciawi, Pemkot Bogor Gandeng Pemkab dan Jasa Marga

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat meninjau kawasan Simpang Ciawi, Foto/Adi Wirman
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat meninjau kawasan Simpang Ciawi, Foto/Adi Wirman

Rekam24.com, Bogor –  Kawasan Simpang Ciawi kembali menjadi sorotan utama pemerintah daerah. Sebagai titik krusial perbatasan yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, kondisi lalu lintas serta ketertiban di area ini dinilai memprihatinkan dan memerlukan penanganan lintas sektoral secara menyeluruh.

Guna merespons keluhan masyarakat terkait kemacetan kronis dan kesemrawutan lalu lintas di gerbang masuk Bogor tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat mengambil langkah taktis di lapangan sekaligus menggalang kolaborasi antarinstansi.

Bacaan Lainnya

Di lokasi penertiban, jajaran pejabat Pemkot Bogor turun langsung memantau kondisi terkini. Penataan fokus pada dua poin utama: menertibkan Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memakan badan jalan serta menyesuaikan posisi median jalan agar arus kendaraan lebih mengalir.

Baca Juga : Strategi Pemkot Bogor Tekan Konflik Warga, Gandeng Ormas hingga Pengurus RW

Selain faktor PKL dan infrastruktur jalan, keberadaan bus antarkota dari arah Jakarta yang berhenti sembarangan turut diidentifikasi sebagai salah satu pemicu utama simpul kemacetan di kawasan Ciawi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa pembenahan Ciawi tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu institusi saja. Menurutnya, status Ciawi sebagai jalan nasional sekaligus etalase dua wilayah menuntut penanganan terpadu yang melibatkan Pemkot, Pemkab, kepolisian, hingga pengelola jalan tol.

“Mau diapakannya kita harus rapat bersama. Antara kota dan kabupaten, pihak kepolisian dan Jasa Marga. Ini saya hadir di lapangan didampingi Dishub, PUPR, kemudian dari Perumkim, Satpol PP, dan juga dari Kecamatan Ciawi,” ujar Jenal Mutaqin saat meninjau lokasi.

Baca Juga : Wajah Baru Kawasan RS Marzoeki Mahdi, Pemkot Bogor Tata PKL Semeru Demi Proyek Strategis Kesehatan

Ia menambahkan bahwa intervensi yang dilakukan hari ini sifatnya adalah penanganan awal untuk memulihkan fungsi ketertiban umum.

“Ini harus kita kolaborasikan. Sementara hari ini penanganannya lebih ke mengembalikan fungsinya dulu. Jalan untuk jalan tanpa ada PKL. Kemudian median jalan yang sekiranya tidak representatif kita geser hari ini,” lanjutnya.

Mengenai penataan moda transportasi umum, Jenal menyampaikan pentingnya pengaturan kantong parkir atau pengetapan bus secara teratur.

Baca Juga : Mobil Pengangkut Bensin Meledak di Bogor Selatan, Dua Orang Mengalami Luka Bakar

“Termasuk datangnya bus dari Jakarta, harus kita koordinasikan parkirnya dari mana. Agar tidak menambah kesemrawutan yang ada di Simpang Ciawi. Saya akan langsung menelepon Pak Bupati, dan ternyata beliau juga sudah menginstruksikan camat untuk mengkaji penataan yang baik seperti apa. Dan saya rasa ini tidak bisa sendirian, harus bersama,” terangnya.

Langkah konkrit lanjutan akan direalisasikan pada pekan depan melalui forum diskusi resmi antara Pemkot dan Pemkab Bogor guna merumuskan formulasi tata ruang dan penataan lalu lintas permanen di kawasan batas wilayah tersebut.

“Minggu depan, insya Allah, akan kita lakukan rapat bersama di Balai Kota atau di Pendopo Bupati, saya akan koordinasikan dengan Bupati Bogor,“ tutur Jenal.

Ia menekankan pentingnya menjaga citra daerah mengingat Ciawi merupakan akses vital nasional sekaligus cerminan kerapian wilayah Bogor secara keseluruhan.

“Kalau terus dibiarkan, ini terus akan seperti ini. Sementara ini wajah Kota Bogor, wajah Kabupaten Bogor juga. Ini jalan nasional, malu kalau jalan nasional seperti ini kondisinya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *