Rekam24.com, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 130 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian Prabowo terhadap para pengayuh becak, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S Deyang, mengatakan jumlah becak listrik yang disalurkan di Bogor berpotensi bertambah karena masih terdapat kekurangan berdasarkan pendataan di lapangan.
“Ada 130, tapi katanya tadi ada kekurangan, nanti kita tambah lagi. Kita akan berikan semua karena enggak banyak,” ujar Nanik saat ditemui di Bogor.
Baca Juga : Dukung Bogor Asri, Pemkot Bakal Bongkar Reklame Tiang Pancang di Zona Merah
Menurut Nanik, jumlah bantuan becak listrik yang disalurkan di setiap daerah berbeda-beda. Di sejumlah kota, jumlahnya mencapai 400 hingga 500 unit, sedangkan di beberapa wilayah di Jawa rata-rata mencapai 1.000 unit.
Penyaluran bantuan di Kabupaten Bogor kali ini bertepatan dengan hari ulang tahun Prabowo Subianto. Nanik mengatakan momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penyaluran becak listrik di sejumlah daerah.
“Kebetulan hari ini bareng dengan ulang tahun Pak Prabowo. Pak Prabowo kan warga Kabupaten Bogor, jadi kita barengkan sekalian,” katanya.
Baca Juga : Tampil di Kandang Sendiri, Cabor Tarung Derajat Kota Bogor Incar 5 Emas di Porprov Jabar 2026
Ia menjelaskan, setelah penyaluran di Bogor, program tersebut dijadwalkan berlanjut ke Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Cimahi. Menurutnya, penyaluran bantuan di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta telah berlangsung selama sekitar satu bulan.
Berawal dari Kepedulian Prabowo terhadap Pengayuh Becak
Nanik menjelaskan, pemberian becak listrik merupakan inisiatif Prabowo yang berawal dari kepeduliannya terhadap kondisi kehidupan para pengayuh becak.
Ia menceritakan, Prabowo pernah melihat seorang pengayuh becak di Surabaya yang berada di pinggir jalan bersama istrinya. Setelah ditelusuri, pengayuh becak tersebut diketahui sedang sakit. Selain itu, becak yang digunakannya bukan milik sendiri, melainkan disewa.
Baca Juga : Sengketa Plafon KPR Membengkak: Konsumen Rumah di Bogor Batalkan Transaksi dan Minta Booking Fee Kembali
Kondisi tersebut, menurut Nanik, menjadi salah satu latar belakang Prabowo menginisiasi bantuan becak listrik menggunakan dana pribadi pada 2023.
“Bayangkan sudah enggak punya rumah dan becak itu disewa. Sehingga Pak Prabowo tahun 2023 berinisiasi dari kantong pribadi beliau untuk memberikan bantuan becak listrik,” ungkapnya.
Nanik menegaskan, program bantuan becak listrik tersebut telah dimulai sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hingga saat ini, total becak listrik yang telah disalurkan di berbagai daerah di Indonesia mencapai sekitar 14 ribu unit, berdasarkan data yang disampaikan Nanik.
Tarif Becak Listrik Ditentukan Pengayuh
Terkait tarif penggunaan becak listrik, Nanik mengatakan tidak ada ketentuan khusus yang ditetapkan oleh GSN. Besaran tarif sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pengayuh becak.
“Tarifnya mereka tentukan sendiri saja. Enggak ada kebijakan,” ujarnya.
Baca Juga : Strategi Pemkot Bogor Urai Benang Kusut Kemacetan Kronis di Simpang Ciawi
Mengenai perawatan dan kemungkinan kerusakan, Nanik menyebut becak listrik tersebut memiliki sistem yang serupa dengan sepeda listrik sehingga dinilai cenderung tidak mengalami banyak masalah. Namun, ia tidak merinci mekanisme perbaikan apabila terjadi kerusakan.
Ia juga menjelaskan, becak listrik dapat diisi daya di rumah dengan kebutuhan listrik sekitar 400–500 watt.
Terkait keamanan penggunaan, Nanik mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses penyaluran bantuan agar penggunaan becak listrik menyesuaikan aturan yang berlaku di masing-masing wilayah.
“Insyaallah aman. Makanya selalu kita, saat memberikan, selalu kerja sama dengan pemda supaya tidak ada masalah, terutama masalah aturan di pemda,” katanya.
Pejabat Daerah Didorong Gunakan Becak Listrik
Selain membantu para pengayuh becak, penggunaan becak listrik diharapkan dapat mendukung upaya mengurangi polusi udara.
Nanik mencontohkan sejumlah daerah di Jawa Timur yang, menurutnya, telah mendorong kepala daerah menggunakan becak listrik. Penggunaan tersebut dilakukan pada hari-hari tertentu sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Ia juga meminta Rudy agar mendorong pejabat di wilayah Bogor menggunakan becak listrik setidaknya satu hari dalam sepekan.
“Tadi saya minta juga Pak Rudy, tolong dong satu hari pejabatnya naik becak,” ujar Nanik.
Penerima Bantuan Harus Pengayuh Becak Aktif
Dalam penyaluran bantuan, GSN melakukan pendataan langsung untuk memastikan becak listrik diberikan kepada penerima yang tepat.
Nanik menegaskan, penerima bantuan harus benar-benar telah berprofesi sebagai pengayuh becak sejak sebelumnya, bukan orang yang baru menjadi tukang becak menjelang penyaluran bantuan.
“Pokoknya mereka dari awal profesinya pebecak, bukan tiba-tiba menjadi tukang becak. Kita datanya harus nyari ke rumahnya, harus seperti itu,” jelasnya.
Menurut Nanik, pendataan dilakukan dengan mendatangi langsung rumah calon penerima. Proses tersebut dimulai sekitar satu bulan sebelum penyaluran agar bantuan tepat sasaran.
Dalam program ini, GSN bertugas sebagai pelaksana penyaluran sekaligus melakukan pendataan penerima bantuan, sedangkan becak listrik yang dibagikan merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
“GSN adalah pelaksana dan pendata, kalau becaknya langsung dari Presiden,” pungkas Nanik.






