Ahok Kenang Meriyati Hoegeng, Sosok Orang Tua Penjaga Nilai Kejujuran

Ahok mengenang sosok Meriyati Hoegeng sebagai figur orang tua yang sepanjang hidupnya konsisten menanamkan nilai kejujuran

Rekam24.com, Bogor – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenang sosok Meriyati Hoegeng sebagai figur orang tua yang sepanjang hidupnya konsisten menanamkan nilai kejujuran, keberanian, dan kemanusiaan. Kepergian istri almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso itu, menurut Ahok, menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Ahok mengungkapkan, dirinya sempat menemani Meriyati Hoegeng hingga mengembuskan napas terakhir di ruang ICU. Ia menyebut Meriyati wafat dengan sangat tenang dan penuh penerimaan. Dalam momen tersebut, Ahok meyakini Tuhan telah menyiapkan tempat terbaik bagi sosok yang ia hormati seperti ibu sendiri.

Dalam doa pagi saya, beliau selalu saya masukkan seperti ibu saya sendiri. Saya bersyukur bisa menemani sampai napas terakhir dan mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir,” ujar Ahok.

Baca Juga : Kapolri Kenang Keteladanan Eyang Meriyati Hoegeng bagi Institusi Polri

Menurut Ahok, Meriyati Hoegeng bukan hanya istri seorang tokoh besar, tetapi juga figur pendidik moral yang konsisten mengingatkan tentang pentingnya hidup bersih, jujur, adil, dan berani membela kebenaran demi nilai-nilai kemanusiaan.

Ia mengenang perhatian Meriyati Hoegeng yang sangat personal, terutama saat dirinya menjalani masa penahanan. Saat itu, Meriyati kerap memasakkan makanan dan mengirimkannya langsung, bahkan sesekali datang sendiri untuk memastikan Ahok dalam keadaan baik.

“Beliau seperti orang tua yang selalu mengingatkan dan memberi teladan lewat tindakan, bukan hanya kata-kata,” katanya

Ahok juga menanggapi anggapan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan sosok-sosok jujur. Menurutnya, pemikiran tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Kita sering berpikir seolah-olah orang jujur dan orang benar sudah tidak ada di bangsa ini. Padahal sebenarnya masih ada jutaan orang jujur di negeri ini,” ucap Ahok.

Ia menilai, figur seperti Meriyati Hoegeng adalah pengingat bahwa nilai kejujuran dan keberanian tetap hidup di tengah masyarakat, meski tidak selalu terlihat di permukaan.

“Orang-orang itu masih ada. Tinggal kita menunggu dan menjaga nilai-nilai itu tetap hidup,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *