Rekam24.com, Bogor – Sebagai negara yang kaya akan keberagaman, Indonesia membutuhkan ruang kolaborasi nyata untuk mempererat tali persaudaraan. Menjawab tantangan tersebut, Kota Bogor kembali mengukuhkan diri sebagai kota toleransi melalui gelaran Bhakti Lintas Agama. Kegiatan ini hadir sebagai wadah bagi para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat untuk bersatu dalam aksi sosial, dialog, dan pelayanan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Ketua Panitia, Bapak H. Dede Supriatna, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menolong. Bhakti Lintas Agama adalah simbol bahwa persatuan dan kepedulian adalah nilai universal. Ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk merawat kebhinekaan,” ujarnya.
Baca Juga : Menuju Indonesia Emas, PC PPM Kota Bogor Siapkan “Leader” Muda Berkualitas
Rangkaian 10 Aksi Nyata untuk Negeri
Program Bhakti Lintas Agama tahun ini mencakup berbagai kegiatan strategis yang menyentuh berbagai aspek sosial dan spiritual, di antaranya:
Aksi Tanggap Bencana: Melalui Apel Solidaritas Lintas Agama, kolaborasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Bogor dan ormas lintas generasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak 8 Desember 2025.
Gerakan “Bebersih” Rumah Ibadah: Aksi nyata pembersihan tempat ibadah telah sukses dilaksanakan di enam lokasi (20–29 Desember 2025), meliputi Kelenteng Khonghucu, Pura Giri Kusuma, GKI, Gereja Katedral, Masjid Agung, hingga Vihara Dhanagun.
Baca Juga : UMK Bogor Rp5,16 Juta, Iklim Usaha Tetap Kondusif
Doa Bersama & Pesan Kebangsaan: Pada 12 Januari 2026 mendatang di MAN 1 Bogor, enam tokoh agama akan memimpin doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara ini juga akan diisi dengan Ceramah Kebangsaan oleh Habib Luthfi bin Yahya yang akan mengulas pentingnya nilai Pancasila dan kontribusi agama dalam membangun bangsa.
Layanan Kesehatan & Ekonomi: Puncak acara pada 12 Januari 2026 juga akan dimeriahkan dengan donor darah untuk 100 orang, pemeriksaan kesehatan gratis bagi 300 warga, bazar UMKM, serta pentas budaya dari enam agama.
Menanamkan Empati pada Generasi Muda
Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat luas, khususnya generasi muda, dapat terinspirasi untuk terus menumbuhkan sikap hormat-menghormati dan gotong royong. Langkah konkret ini menjadi bukti bahwa keberagaman yang dikelola dengan semangat inklusif akan menghasilkan harmoni sosial yang berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.










