Rekam24.com, Bogor – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kota Bogor beberapa bulan terakhir menjadi tantangan berat bagi ketahanan infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengungkapkan bahwa musuh utama aspal adalah air, terutama dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Estiningsih menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau titik-titik jalan yang berlubang. Namun, perbaikan permanen belum bisa dilakukan secara maksimal karena faktor cuaca yang tidak mendukung proses pengaspalan.
Baca Juga : Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun
“Musuh aspal itu adalah air, apalagi curah hujan sekarang ini lebih ekstrem daripada tahun lalu. Kalau dipaksakan sekarang, lem aspalnya tidak akan menempel kalau kondisi basah. Jadi sementara kita perbaiki, kita tambal dulu daripada membahayakan pengguna jalan,” ujar Estiningsih.
Ia menambahkan bahwa pengaspalan ulang secara menyeluruh (re-layer) baru direncanakan pada awal tahun 2026 saat cuaca mulai memasuki musim kemarau. Terkait kualitas, ia menjamin seluruh material aspal yang digunakan telah melalui uji laboratorium untuk memastikan standar mutunya.
Persoalan jalan rusak tidak hanya terjadi di jalan kota, tetapi juga di ruas jalan nasional dan provinsi seperti Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Pajajaran, hingga Empang. Estiningsih menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kewenangan pengelolaan jalan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Baca Juga : Dua Tahun Kasus Asusila Mandek, LBH PMII Kota Bogor Desak Polres Bogor Beri Kepastian!
“Masyarakat tahunya itu semua wilayah Kota Bogor, padahal kewenangan jalan itu ada masing-masing (Nasional, Provinsi, Kota). Kami tetap berkoordinasi, misalnya dengan PPK 5.2 untuk jalan nasional. Jika mereka tidak bisa menangani dengan cepat, kita coba bantu dengan APBD, namun harus melalui prosedur komunikasi dan surat menyurat agar tidak terjadi double anggaran,” jelasnya.
Menanggapi instruksi Wali Kota Bogor terkait percepatan perbaikan, Dinas PUPR memastikan tim pemeliharaan tetap bergerak di lapangan untuk melakukan tambal sulam di titik-titik krusial guna menjaga keselamatan pengendara.










