CGM Bogor 2026: Kolaborasi Tradisi dan Ramadan, Perputaran Uang UMKM Tembus Rp1 Miliar

Rekam24.com, Bogor – Perayaan Cap Go Meh (CGM) di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, kembali menyedot perhatian publik pada tahun 2026 ini. Uniknya, perayaan tahun ini berpadu harmonis dengan suasana Ramadan, menciptakan perpaduan tradisi budaya dan religi yang menyejukkan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa ini merupakan penyelenggaraan ke-24 dari total sejarah 27 kali pelaksanaan di Bogor. “Ini adalah wujud komitmen masyarakat Bogor dalam memperkuat toleransi, keragaman, dan kebersamaan antarumat beragama,” ujar Dedie.

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci, panitia melakukan penyesuaian khidmat. Rangkaian acara dimulai dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama, sementara pawai budaya baru dilaksanakan setelah salat Tarawih.

Baca Juga : Dendam Tiga Tahun Berujung Maut, Karyawan Habisi Pasutri di Cisarua dan Buang Jasad ke Padalarang

Hadir dalam acara tersebut tokoh-tokoh penting seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Dedie menegaskan bahwa CGM Bogor kini sejajar dengan Singkawang sebagai salah satu perayaan CGM terbesar di Indonesia.

Selain aspek budaya, CGM 2026 menjadi berkah nyata bagi ekonomi lokal. Sebanyak 120 pelaku UMKM difasilitasi secara gratis oleh panitia, mulai dari tenda, kursi, hingga penerangan.

Ketua Panitia CGM, Arifin Himawan, menegaskan komitmennya untuk membantu pedagang kecil tanpa pungutan liar. “Jika ada yang memungut biaya di luar panitia, laporkan. Kami ingin keuntungan maksimal jatuh ke tangan pedagang,” tegas Arifin.

Strategi ini terbukti ampuh. Selama tiga hari bazar street food, perputaran uang diprediksi menembus angka Rp1 miliar. Beberapa pedagang rumahan bahkan melaporkan omset hingga Rp5 juta dalam sehari.

Baca Juga : Megawati Soekarnoputri Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, Kutuk Serangan Militer di Iran

Simbol Persatuan Melalui Seni
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya berharap CGM menjadi simbol persatuan. Ia juga mendorong lahirnya agenda budaya lain yang ikonik bagi Bogor, seperti “Karnaval Pajajaran”.

“Dengan seni kita merasakan, dan dengan seni kita hidup dalam kebahagiaan,” pungkas Dedi.

Perayaan tahun ini sukses mengirimkan pesan kuat dari Kota Hujan untuk Indonesia, bahwa perbedaan tradisi dan keyakinan, jika dikelola dengan kolaborasi, justru menjadi kekuatan ekonomi dan pemersatu bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *