Rekam24.com, Jakarta – Keamanan siber di sektor pendidikan kembali menjadi sorotan tajam. Data pribadi ribuan mahasiswa dan alumni sebuah perguruan tinggi diduga kuat bocor dan diperjualbelikan secara bebas di situs gelap atau Dark Web.
Kabar mengejutkan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Matt Murdrock. Dalam unggahan tersebut, terdapat tangkapan layar yang memperlihatkan basis data sensitif yang mencakup nama lengkap, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), alamat email, hingga kata sandi (password) akun internal kampus.
Kebocoran ini bukan sekadar ancaman di atas kertas. Salah satu alumni Universitas Islam Lamongan (Unisla) mengaku mulai merasakan dampak langsung. Ia mengaku kerap menjadi sasaran telepon misterius dari nomor asing yang nampaknya telah memegang data pribadinya.
Baca Juga : Tragedi ATR 42-500: Jasad Korban Ditemukan di Kedalaman 200 Meter
“Bayangkan lagi beraktivitas, tiba-tiba HP berdering terus dari nomor tidak dikenal yang tahu data kita. Ini sangat meresahkan dan bikin was-was,” ungkap salah satu korban yang enggan disebutkan namanya.
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan digital di lingkungan akademisi yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan data. Kerapuhan sistem ini membuat privasi mahasiswa dan alumni terjun bebas menjadi konsumsi publik di pasar gelap.
Namun, respons dari pihak kampus sejauh ini dinilai belum memuaskan. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait mayoritas hanya memberikan jawaban normatif.
Baca Juga : Hutang RSUD Yang Mencapai Rp 70 Miliar, Membuat Resah Masyarakat
Para mahasiswa dan alumni mendesak adanya investigasi menyeluruh dan langkah konkret untuk menutup celah keamanan agar kerugian yang lebih besar, seperti penipuan keuangan atau penyalahgunaan identitas, tidak terjadi.









