Rekam24.com, Bogor – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menjaga toleransi dan kebersamaan antarumat beragama melalui perayaan Natal bersama yang digelar di Balai Kota Bogor.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya dalam 544 tahun berdirinya Bogor, perayaan Natal diselenggarakan secara resmi di lingkungan Balai Kota.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Thomas Junior, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel CPM Anji Wahyu Hardiyanto, perwakilan Lanud Atang Senjaya, pimpinan DPRD Kota Bogor, tokoh lintas agama, FKUB, serta para pemuka agama dari berbagai denominasi.
Baca Juga : Dua Tahun Kasus Asusila Mandek, LBH PMII Kota Bogor Desak Polres Bogor Beri Kepastian!
Dalam sambutannya, Dedie menyampaikan bahwa perayaan Natal bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dari nilai toleransi yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Kota Bogor.
“Alhamdulillah, malam ini kita mencetak sejarah. Dalam 544 tahun berdirinya Bogor, baru hari ini perayaan Natal dirayakan di Balai Kota. Ini bukan hanya simbol, tapi bukti bahwa Bogor adalah kota dengan toleransi tinggi, bukan hanya diucapkan, tapi ditunjukkan dengan tindakan,” ujar Dedie A. Rachim.
Dedie menegaskan bahwa Kota Bogor dibangun untuk semua warga tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Menurutnya, persahabatan, kekerabatan, dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun kota.
Baca Juga : BRI Lebak Bulus Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini
“Bogor adalah kota kita bersama. Dibangun oleh semua, untuk dinikmati oleh semua, tanpa terkecuali. Inilah komitmen kami bersama Forkopimda, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, Dedie mengajak seluruh warga Kota Bogor untuk terus menjaga kekompakan dan persaudaraan. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun anggaran daerah mengalami penyesuaian, Pemerintah Kota Bogor tetap berupaya menjalankan program-program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan menjangkau ratusan ribu penerima manfaat.
“Apa pun yang terjadi di dunia, yang paling penting adalah bagaimana warga Bogor menunjukkan cinta kepada sesama. Kebersamaan inilah kekuatan kita untuk terus membangun Bogor menjadi kota yang lebih baik,” pungkas Dedie.









