Demi Mentalitas, Garuda Asia Wajib Lalui 17 Laga Internasional Sebelum Piala Asia.

Nova Arianto secara resmi menyerahkan tongkat komando kepelatihan kepada legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Rekam24.com, Jakarta – Era baru dimulai untuk Tim Nasional Indonesia U-17. Nova Arianto secara resmi menyerahkan tongkat komando kepelatihan kepada legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Meski kini tak lagi berada di pinggir lapangan untuk mendampingi “Garuda Asia”, Coach Nova meninggalkan warisan berupa peta jalan (roadmap) yang ambisius demi prestasi di kancah dunia.

Mandat Utama: 17 Laga Uji Coba Internasional

Dalam proses transisi ini, Nova Arianto memberikan catatan krusial bagi suksesornya. Ia menekankan bahwa untuk bersaing di Piala Asia dan Piala Dunia U-17 2026, persiapan teknis saja tidak cukup.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Bupati Bogor Instruksikan Perbanyak Gerakan Pangan Murah di Desa Kurang Mampu

Nova mematok target tinggi untuk jam terbang pemain: Minimal 17 laga uji coba internasional. Angka ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengalaman bertanding melawan tim luar negeri adalah kunci utama untuk mematangkan mentalitas pemain.

“Harapan saya transisi bisa berjalan dengan baik,” ujar Coach Nova.

Membangun Mental dari Level EPA ke Asia

Kekhawatiran utama Nova terletak pada kesenjangan kompetisi. Saat ini, mayoritas penggawa Garuda Asia masih berkompetisi di level Elite Pro Academy (EPA). Secara kualitas individu mereka menjanjikan, namun tekanan di level internasional jauh berbeda.

Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Mengapa 17 laga internasional sangat krusial?

Kepercayaan Diri: Membiasakan pemain dengan atmosfer pertandingan melawan negara dengan gaya main berbeda.

Kematangan Mental: Menghilangkan rasa canggung saat berhadapan dengan tim-tim raksasa di Piala Asia.

Adaptasi Taktis: Memberikan ruang bagi Kurniawan Dwi Yulianto untuk menguji strategi dalam situasi high-pressure

Peralihan kursi kepelatihan ini diharapkan membawa penyegaran tanpa merombak fondasi yang sudah dibangun. Publik sepak bola tanah air kini menaruh harapan besar di pundak Kurniawan Dwi Yulianto untuk membawa Garuda Asia terbang lebih tinggi di tahun 2026 mendatang.

Mari kita kawal bersama perjalanan Garuda Asia di bawah nakhoda baru. Demi Merah Putih, demi mimpi Piala Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *