Rekam24.com, Bogor – Beberapa pekan terakhir, pengguna jalan yang melintasi Jalan KS Tubun tepatnya di bawah tebing Gang Buntu RT 01/10 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor tak jauh dari Simpang Tol Borr seringkali mencium aroma harum semerbak.
Pengendara motor yang melintas mengaku sering merinding saat melintas jalur tersebut.
Beberapa peristiwa memakan korban pun pernah terjadi di area itu diantaranya pengendara tertimpa pohon tumbang, pengendara tertimpa dahan yang patah hingga kecelakaan antara pengendara.
Pada edisi khusus ini, Rekam24.com menggali berbagai informasi untuk juga memperluas wawasan masyarakat, mulai dari mitos, sejarah, dan budaya yang berkembang.
Diketahui aroma harum semerbak yang sering dialami pengendara merupakan aroma dari pohon pulai yang sedang memasuki fase musim gugur.

Pohon Pule atau nama ilmiahnya Alstonia scholaris adalah tanaman keras berkhasiat obat dan penghijauan yang dikenal dengan berbagai nama lokal di Indonesia, seperti pulai, lame, lamo, kayu gabus, rite (Ambon), dan jelutung.
Pohon ini populer untuk lanskap karena rimbun dan memiliki beberapa jenis, termasuk Alstonia angustifolia dan A. macrophylla.
Warga setempat meyakini pohon puluhan tahun tersebut bukan sekadar tanaman biasa, melainkan pohon keramat yang memiliki ‘penunggu’
Sunandar (48), warga asli Cibuluh, menuturkan bahwa pohon tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan hal-hal mistis.
Menurut kepercayaan warga, pernah ada upaya untuk menebang pohon tersebut, namun berakhir tragis bagi pelakunya.
“Mitosnya pernah ada yang mau tebang, malah meninggal. Makanya biar sudah terlihat kering atau menua, tidak ada yang berani menebang, bahkan pihak dinas sekalipun,” ujar Sunandar saat ditemui di lokasi. Selasa, (31/3/26)
Selain sisi mistis, pohon Lame ini dikenal karena aroma bunganya yang sangat menyengat namun harum. Sunandar menyebut, saat sedang berbunga lebat, wanginya bisa tercium hingga ke kawasan Jalan Baru (Jalan KH Sholeh Iskandar).
“Kalau bunganya lagi berguguran itu wangi sekali, mau siang atau malam. Kemarin sempat wangi, tapi sekarang sudah habis bunganya, jadi tinggal daunnya saja,” jelasnya.
Baca Juga : Wamendagri Bima Ingatkan Praja Pratama IPDN Jaga Konsistensi Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang
Menariknya, keberadaan akar pohon Lame ini dianggap sebagai penyelamat warga dari ancaman bencana.
Di tengah kondisi tanah yang rawan, pohon ini diyakini menjadi pengikat tanah sehingga mencegah terjadinya longsor di wilayah tersebut.
Menanggapi keberadaan pohon tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Kadis Perumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, memberikan penjelasan dari sisi botani. Ia mengonfirmasi bahwa pohon tersebut adalah jenis Pulai yang memang memiliki karakteristik bunga beraroma kuat, terutama pada malam hari.
“Itu pohon Pulai. Kalau pas berbunga memang wangi, utamanya malam hari,” kata Chusnul.
Mengenai status pengelolaannya, Chusnul menjelaskan bahwa meskipun lokasinya berada di area yang bersinggungan dengan jalan nasional, posisi tumbuh pohon tersebut berada di lahan pribadi warga.
Bagi masyarakat yang ingin melihat pohon serupa di Kota Bogor, Chusnul menyebutkan beberapa titik lain, salah satunya berada di depan kantor arsip samping Mall BTM.
Namun, bagi warga Cibuluh, pohon Lame di Kampung Pangkalan tetap memiliki tempat tersendiri, antara fungsi ekologis sebagai penahan longsor dan balutan mitos yang tetap terjaga hingga kini. (Maya Melina)










