Evakuasi Menegangkan Macan Tutul Liar di Bogor, Tim Gabungan TSI dan BKSDA Turun Tangan

Seekor macan tutul liar ditemukan terjebak dalam kondisi mengenaskan akibat terjerat di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor

Rekam24.com, Bogor – Seekor macan tutul liar ditemukan terjebak dalam kondisi mengenaskan akibat terjerat di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor. Satwa lindung tersebut kini berhasil dievakuasi dan tengah menjalani perawatan intensif oleh tim gabungan.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Aswin Sumampau, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim Life Science yang terdiri dari dokter hewan, paramedis, dan kurator ke lokasi kejadian.

“Tim kami telah dikerahkan untuk memberikan penanganan medis terbaik bagi macan tutul tersebut. Seluruh proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor sesuai prosedur perlindungan satwa yang berlaku,” ujar Aswin dalam keterangan resminya.

Baca Juga : Geger! Mobil Masuk Jalur KRL di Bogor, Evakuasi Sempat Hambat Perjalanan Kereta

Saat ini, kucing besar tersebut berada di bawah pengawasan ketat tim konservasi di lokasi penanganan sementara. Meski kondisinya dilaporkan stabil, observasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan pemulihannya berjalan optimal.

“Satwa sudah dievakuasi dan tengah diobservasi. Kondisinya stabil, namun tetap kami pantau secara intensif,” tambah Aswin.

Langkah selanjutnya, penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) serta pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP).

Baca Juga : Masjid Agung Jadi Saksi Persiapan 774 Jemaah Haji Kota Bogor Menuju Tanah Suci

Di sisi lain, Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Bogor, Dani Hamdani, menduga macan tersebut tidak sengaja terkena jebakan yang sebenarnya ditujukan untuk babi hutan saat satwa itu turun dari habitat aslinya.

“Benar, itu macan tutul liar karena populasinya memang masih banyak di sana. Kemungkinan dia sedang turun, lalu terjerat jebakan babi. Proses evakuasi tadi turut dibantu tim TSI,” ungkap Dani.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya pemasangan jerat liar di sekitar kawasan hutan, karena dapat mengancam kelestarian satwa langka dan merusak keseimbangan ekosistem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *