Event Lari Fiktif di Bogor Makan Korban, Nama Pemkot Dicatut, Kerugian Capai Rp300 Juta!

Belasan peserta lari mendatangi lokasi yang diduga menjadi pusat koordinasi pengambilan race pack di Kota Bogor pada Jumat (3/4/2026).

Rekam24.com, Bogor – Belasan peserta lari mendatangi lokasi yang diduga menjadi pusat koordinasi pengambilan race pack di Kota Bogor pada Jumat (3/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan menuntut kejelasan atas penyelenggaraan event lari yang diduga kuat fiktif karena tidak menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan hingga hari yang dijanjikan.

Aksi ini dipicu oleh sikap panitia penyelenggara yang mendadak menghilang dan tidak dapat dihubungi. Ironisnya, untuk meyakinkan para calon peserta, pelaku diduga mencatut nama sejumlah instansi resmi, mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Disparbud Kota Bogor, hingga Asrama Pusdikzi yang diklaim sebagai lokasi kegiatan.

Salah satu perwakilan peserta, Andi, mengungkapkan bahwa acara ini sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 21 Desember 2025 lalu. Namun, tanpa alasan yang jelas, panitia memundurkan jadwal secara sepihak ke April 2026.

Baca Juga : Evakuasi Menegangkan Macan Tutul Liar di Bogor, Tim Gabungan TSI dan BKSDA Turun Tangan

“Kami datang ke sini karena sesuai jadwal seharusnya hari ini pengambilan race pack. Tapi kenyataannya tidak ada aktivitas sama sekali dan tidak ada kejelasan dari penyelenggara,” ujar Andi dengan nada kecewa.

Kecurigaan peserta semakin menguat setelah akses tiket melalui email tidak dapat digunakan. Penyelenggara yang diketahui berinisial DF dilaporkan sudah memutus komunikasi sejak dua bulan sebelum jadwal pelaksanaan terbaru.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai 700 hingga 1.000 orang. Peserta yang tertipu tidak hanya berasal dari Bogor, melainkan merambah hingga wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Baca Juga : Perangi Narkoba! Bupati Rudy Susmanto Awali Gerakan Tes Urine di lingkungan Pemkab Bogor

Kerugian dalam kasus ini terbilang besar. Biaya pendaftaran per peserta berkisar antara Rp180.000 hingga Rp300.000, dengan total akumulasi kerugian dana mencapai Rp300 juta. Tak hanya peserta, pihak sponsor pun turut merugi karena pelaku dilaporkan membawa kabur sejumlah emas serta berbagai barang dukungan (sponsorship) lainnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terduga pelaku (DF) bukanlah warga asli Bogor, melainkan diduga berasal dari Depok. Saat ini, para korban yang telah mengantongi data pribadi pelaku tengah berdiskusi untuk menempuh jalur hukum.

Insiden ini dinilai telah mencoreng citra olahraga lari di mata komunitas nasional, sekaligus merugikan nama baik instansi Pemerintah Kota Bogor yang terseret dalam skema penipuan tersebut. (Maya Melania)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *