Rekam24.com, Bogor – Festival Merah Putih (FMP) 2025 resmi ditutup dengan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Lapangan Mako Resimen 1 Paspelopor Korbrimob Polri, Kedung Halang, Bogor, pada Minggu 31 Agustus 2025.
Penutupan FMP yang telah berlangsung selama satu bulan penuh ini menjadi momentum kebangsaan yang sarat makna. Ribuan masyarakat hadir mengikuti doa bersama, bersama para tokoh lintas agama, meski perwakilan Katolik berhalangan hadir.
Ketua Panitia Festival Merah Putih, Benyamin Mbo’oh, menegaskan bahwa doa bersama menjadi simbol persatuan bangsa di tengah ujian yang sedang dihadapi Indonesia.
Baca Juga : Mobil VW Kodok Lawas Ditabrak Lari di Bogor, Korban Sempat Kesulitan Lapor Polisi
“Hari ini kita tutup seluruh rangkaian kegiatan Festival Merah Putih dengan doa bersama. Kita tahu bahwa saat ini situasi negara kita sedang diuji. Mudah-mudahan melalui doa bersama ini membuat kita terus bersatu,” ujarnya.
Benyamin menambahkan, selama satu bulan penuh FMP telah memberi warna di Kota Bogor dan menyampaikan pesan persatuan dari Bogor untuk Indonesia.
“Persatuan dan kesatuan akan selalu menang. Kita tidak akan pernah kalah dengan provokasi, kita tidak akan pernah kalah dengan semua yang coba memecah belah. NKRI adalah harga mati. Hari ini adalah bentuk pernyataan kebangsaan dari Bogor untuk Indonesia, bahwa kita prihatin dan berempati terhadap situasi yang terjadi, tetapi kita juga yakin bahwa Indonesia akan tetap bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” jelasnya.
Penutupan festival juga diramaikan dengan teatrikal kebangsaan. Dalam formasi teatrikal tersebut ditampilkan angka 80 sebagai simbol HUT ke-80 RI, serta tulisan “NKRI” yang melambangkan keutuhan bangsa. Selain itu, angka 10 juga ditampilkan sebagai penanda satu dekade perjalanan Festival Merah Putih.
Sementara itu, tokoh ulama Bogor Habib Hasan Al Attas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan kesejukan di tengah kehidupan berbangsa.
Baca Juga : Fitur Live di TikTok Hilang pada Sabtu Malam, Pengguna Bertanya-tanya Apakah Ini Pembungkaman?
“Kami dari Bogor mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, marilah kita memberikan kedamaian dan kesejukan untuk Indonesia. Ini adalah ajaran Rasulullah SAW kepada seluruh umat. Dengan adanya ketenangan, ibadah menjadi tenang, mencari ekonomi juga tenang. Itu adalah simbol dari kehidupan yang tuma’ninah di Indonesia,” ungkap Habib Hasan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.
“Jangan ikuti ajakan-ajakan hasutan dari siapapun, karena itu akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami mengajak semua pihak untuk terus berbuat kebaikan dan kedamaian kepada siapapun yang ada di negeri ini,” tegasnya.
Doa bersama lintas agama di penutupan Festival Merah Putih ini menjadi penegasan bahwa persatuan bangsa tetap kokoh di tengah ujian zaman, serta menjadi pesan optimisme bahwa Indonesia akan terus maju sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat.