Rekam24.com, Bogor – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Vihara Dhanagun, Kota Bogor, pada hari pertama rangkaian menuju perayaan Cap Go Meh (CGM). Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, panitia CGM bersama Pemerintah Kota Bogor menggelar acara buka puasa bersama dan santunan bagi 400 anak yatim yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa momen ini merupakan bukti nyata kerukunan antarumat beragama di Kota Hujan. Menurutnya, tradisi berbuka puasa di dalam lingkungan Vihara adalah sesuatu yang unik dan langka.
“Momen Ramadan yang bersanding dengan Cap Go Meh ini mungkin satu-satunya di Indonesia, dan itu adanya di Bogor. Setiap tahun, buka puasa selalu diselenggarakan di Vihara Dhanagun. Ini adalah bentuk solidaritas, toleransi, dan cara kita menguatkan silaturahmi antarwarga,” ujar Dedie.
Baca Juga : Nekat Jual Miras Saat Ramadan, Toko di Terminal Cibinong Disegel Polisi!
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh tokoh agama dan masyarakat dalam acara ini menjadikan Bogor sebagai kota dengan tingkat keberagaman dan toleransi yang sangat tinggi.
Ketua Panitia Cap Go Meh Kota Bogor, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan pembuka dari rangkaian perayaan yang lebih besar. Panitia berkoordinasi dengan perwakilan kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Hari ini kami mengundang 400 anak yatim dari perwakilan setiap kecamatan di Kota Bogor. Ini adalah awal pembuka perayaan menuju Cap Go Meh. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka di tengah suasana bulan suci,” jelas Arifin.
Baca Juga : Patroli Skala Besar Ramadan, Bupati Bogor Bersama Forkopimda Berhasil Amankan 124 Botol Miras
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Arifin menekankan bahwa perayaan tahun ini lebih mengedepankan nilai-nilai penghormatan terhadap umat Muslim yang sedang beribadah.
Pasar Malam Jadul: Selama tiga hari, masyarakat tetap bisa menikmati pasar malam tempo dulu di Jalan Surya Kencana.
Puncak Acara: Parade budaya dan barongsai baru akan dilaksanakan pada 3 Maret setelah jamaah melaksanakan salat Tarawih.
Skala Terbatas: Karena keterbatasan waktu di bulan Ramadan, partisipasi pengisi acara dibatasi hanya dari internal Kota Bogor untuk menjaga kekhusyukan suasana.
“Tahun ini berbeda karena bertepatan dengan Ramadan. Waktu kita lebih terbatas, sehingga barongsai dan parade tidak semaksimal tahun lalu agar tidak mengganggu jalannya ibadah,” tambah Arifin.
Melalui kegiatan buka bersama dan santunan ini, Pemerintah Kota Bogor berharap pesan damai dan kebersamaan dapat tersampaikan kepada seluruh masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling berbagi.










