Jelang Ramadan, Bupati Bogor Instruksikan Perbanyak Gerakan Pangan Murah di Desa Kurang Mampu

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan jajarannya untuk segera memperkuat program Gerakan Pangan Murah (GPM)

Rekam24.com, Bogor – Menjelang bulan suci Ramadan, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan jajarannya untuk segera memperkuat program Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat masyarakat kurang mampu cukup tinggi.

Rudy meminta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna mendata desa-desa yang masuk kategori banyak masyarakat kurang mampu. Pendataan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan GPM tepat sasaran.

“Memasuki bulan suci Ramadan, kita minta Dinas Ketahanan Pangan cari data di DPMD, mana wilayah desa yang masuk kategori banyak masyarakat yang kurang mampu,” ujar Rudy.

Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Ia menegaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah harus dimulai dari sekarang dan diperbanyak intensitasnya, termasuk di tengah bulan puasa. Lokasi pelaksanaan pun akan disisir di beberapa titik yang benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah.

“Gerakan pangan murah laksanakan dari sekarang. Di tengah-tengah bulan puasa pun GPM kita perbanyak jumlahnya, tapi disisir di beberapa titik lokasi yang memang masyarakatnya banyak tidak mampu,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang dan selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Komoditas yang menjadi perhatian utama antara lain beras, telur, dan daging ayam.

Baca Juga : Apa Itu Kriteria MABIMS? Alasan Mengapa Hilal Harus di Atas 3 Derajat untuk Sah Jadi Awal Ramadan

Rudy berharap, dengan intervensi sejak dini, tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Sehingga pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, di tengah-tengah puasa, masyarakat tidak ada kenaikan lompatan harga beras, telur, daging ayam. Kita intervensi dari sekarang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *