Rekam24.com – Seorang wisatawan tewas setelah terjebak dalam kemacetan ekstrem di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, pada Minggu 15 September 2024.
Tragedi ini memicu kritik tajam dari Sarekat Demokrasi Indonesia (SDI) Bogor, yang menyoroti buruknya pengelolaan lalu lintas di daerah wisata tersebut.
Ketua SDI Bogor, Fahri Fadilah, menyatakan bahwa kemacetan yang sering terjadi di Puncak merupakan bukti ketidakmampuan pihak berwenang dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama saat liburan.
“Ini bukan pertama kalinya kemacetan besar terjadi di Puncak. Sudah berulang kali, tapi tidak ada perubahan nyata dari pihak kepolisian maupun otoritas terkait,” ujar Fahri dengan nada tegas.
Fahri juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan perlunya tindakan konkret untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
“Kita semua berharap insiden ini menjadi titik balik bagi pihak berwenang untuk bertindak lebih serius dalam mengelola lalu lintas di kawasan wisata, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat kemacetan,” tambahnya.
Baca Juga : Lonjakan Pengendara Motor Picu Kemacetan Total di Puncak Bogor
SDI mendesak evaluasi menyeluruh terkait manajemen lalu lintas di Puncak, khususnya saat periode puncak wisata, agar keselamatan dan kenyamanan pengunjung lebih terjamin.