Ketua LVRI Bogor: Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan Kapten Muslihat dan Pahlawan Lokal Lainnya

Ketua LVRI Kota Bogor, Sutrisno, mengingatkan kembali pentingnya sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kota Bogor.

Rekam24.com, Bogor – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun LVRI Kota Bogor, Ketua LVRI Kota Bogor, Sutrisno, mengingatkan kembali pentingnya sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kota Bogor.

Mengutip amanat Bung Karno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” Sutrisno menekankan bahwa peringatan ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.

Sutrisno menyoroti beberapa pahlawan lokal Bogor, seperti Kapten Muslihat yang kini diabadikan dalam bentuk patung, serta Marzuki Mahdi, Mayor King, dan Muhammad Toha.

Ia secara khusus menceritakan kisah Kapten Muslihat yang gugur saat berperang melawan bangsa asing (Belanda, Jepang, Inggris) di area rel kereta api.

“Beliau ketembak perutnya,” ujar Sutrisno, menambahkan bahwa Haji Makmun dan dokter Marjikin Marjikin adalah orang-orang yang menolong Kapten Muslihat setelah tertembak, sebelum akhirnya beliau meninggal tiga hari kemudian.

Mengenai patung Kapten Muslihat, Sutrisno menanggapi pertanyaan tentang pemindahan patung tersebut ke Jembatan Merah.

Baca Juga : Pemkab Bogor Kembali Gulirkan Relaksasi Pajak 2026, Ringankan Beban Masyarakat dan Tingkatkan Kepatuhan Bayar Pajak

Ia mengakui bahwa patung tersebut tadinya berada di lokasi lain dan pemindahannya merupakan kebijakan walikota.

“Yang penting itu patung itu jangan dihilangkan,” tegas Sutrisno, seraya menambahkan bahwa jasad Kapten Muslihat ditaruh menghadap ke istana.

Sutrisno juga menyebutkan bahwa selain Kapten Muslihat, banyak pejuang lain di Bogor, seperti yang diabadikan di Jalan Tentara Pelajar dan Sholeh Iskandar, yang merupakan bekas area peperangan.

Baca Juga : Detik-Detik Ekskavator Lepas dari Trailer, Picu Kecelakaan Beruntun di Jonggol Bogor

Ia mengakui bahwa dirinya tidak hafal semua kisah satu per satu karena usianya, namun kembali menekankan pentingnya membaca sejarah.

“Sejarah itu ceritanya kan ilmu pengetahuan dari generasi tua ke generasi yang muda. Ah, ini kebanyakan kan dilupakan,” pungkas Sutrisno, mengaitkan hal ini dengan pentingnya menjaga semangat dan nilai ’45 bagi generasi penerus, terutama di hari jadi LVRI Kota Bogor ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *