Klarifikasi Selebgram Ruce Nuenda usai Aktivitas di Luar saat Kena Campak, Begini Katanya!

Selebgram Ruce Nuenda menyampaikan permintaan maaf setelah dirinya kedapatan tetap beraktivitas di luar rumah saat sakit campak

Rekam24.com, Jakarta – Selebgram Ruce Nuenda menyampaikan permintaan maaf setelah dirinya kedapatan tetap beraktivitas di luar rumah saat sakit campak. Aksinya sempat menuai sorotan dan banyak teguran warganet.

“Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat,” sebut Ruce melalui pernyataan yang dibagikan di Instagram Story,

Ruce menjelaskan dirinya sudah memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan sempat meminta untuk dirawat inap. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisinya dinilai tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Sempat Fitnah Azizah Salsha Selingkuh, YouTuber Kakak-Adik Resbobb dan Bigmo Kini Jadi Tersangka

“Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah,” jelasnya.

Ia juga mengaku baru sepenuhnya memahami untuk tidak keluar rumah, bahkan meski berolahraga sekalipun, setelah mendapat banyak teguran.

“Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf,” lanjutnya.

Baca Juga : Pesan Haru Vidi Aldiano Sebelum Berpulang, Kanker Adalah Hadiah Tuhan

“Saya tidak menyangka situasinya akan menjadi sebesar ini, tetapi ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak dan bertanggung jawab ke depan,” tutupnya.

Bagaimana Tren Campak di RI?

Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, mengungkapkan tren kasus suspek campak meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada Januari 2024 tercatat sekitar 2.000 kasus, naik menjadi 5.000 kasus di Januari 2025, dan melonjak menjadi 7.060 kasus pada Januari 2026.

“Memang terjadi kenaikan jumlah kasus, dan secara year on year Januari 2026 lebih tinggi,” ujar Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Meski begitu, hingga 23 Februari 2026 tercatat 1.164 kasus dan diharapkan tidak meningkat tajam.

Baca Juga : Pesan Haru Vidi Aldiano Sebelum Berpulang, Kanker Adalah Hadiah Tuhan

Sepanjang 2025, tercatat 116 KLB campak di 89 kabupaten/kota pada 16 provinsi, dengan total 63.760 kasus suspek dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Lima provinsi dengan KLB terbanyak adalah Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Memasuki 2026, hingga minggu ke-7 terdapat 8.224 kasus suspek, 572 terkonfirmasi, dan 4 kematian, dengan CFR 0,05 persen. “Artinya secara fatalitas kita lebih baik,” kata Andi. Lima provinsi dengan KLB terbanyak tahun ini yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *