Kota Bogor Segera Miliki Dua SMA Negeri Baru di Kayu Manis dan Kertamaya

Melalui koordinasi intensif dengan Kantor KCD Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, dua sekolah baru yakni SMAN 11 dan SMAN 12 Bogor

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya memperluas akses pendidikan tingkat menengah atas bagi warganya. Melalui koordinasi intensif dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, dua sekolah baru yakni SMAN 11 dan SMAN 12 Bogor kini tengah masuk dalam tahapan realisasi.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan kuota sekolah negeri yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat di wilayah Tanah Sareal dan Bogor Selatan.

Untuk SMAN 11 yang berlokasi di Kelurahan Kayu Manis, Rudy memastikan pembangunan fisik tahap pertama akan dimulai pada tahun 2024 ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga : Reses DPRD Jadi Kunci Pengawalan Usulan Pembangunan Kabupaten Bogor Tahun 2027

“Penerimaan siswanya sudah dimulai tahun ajaran ini. Untuk sementara akan dititipkan di SMA Negeri 2 Bogor. Di sana sedang dibangun ruang kelas baru, sehingga saat gedung SMAN 11 di Kayu Manis selesai, sudah ada siswanya yang mengisi,” jelas Rudy.

Lahan SMAN 11 sendiri merupakan aset milik provinsi seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Saat ini, proses lelang sedang berjalan paralel dengan penyelesaian dokumen perizinan, termasuk SK KPR dari Dinas PU dan kajian potensi bencana dari BPBD yang telah rampung.

Sementara itu, untuk rencana SMAN 12 Bogor, lokasinya berada di Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, tepat di samping GOM Bogor Selatan. Berbeda dengan SMAN 11, lahan untuk SMAN 12 merupakan milik Pemkot Bogor yang akan dihibahkan ke Pemerintah Provinsi.

Baca Juga : Geger! Warga Sukaraja Temukan Pria 48 Tahun Tewas Membusuk di Kamar

“Mekanismenya kita hibahkan lahan ke provinsi karena kewenangan SMA ada di sana. Kami fokus menyediakan lahan karena warga sangat membutuhkan SMA di wilayah tersebut,” tambahnya.

Progres SMAN 12 saat ini sedang memasuki penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada APBD Perubahan tahun ini. Rudy memproyeksikan pembangunan fisik gedung SMAN 12 akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.

Meski mengusulkan tiga lokasi, Rudy mengakui bahwa usulan sekolah di wilayah Kampung Sawah masih menemui kendala. Lokasi tersebut belum bisa disetujui oleh pihak provinsi karena akses jalan yang masih sempit.

“Di Kampung Sawah aksesnya masih motor. Harus ada pembebasan lahan untuk 3 sampai 4 rumah agar mobil bisa masuk. Jadi untuk saat ini, fokus utama adalah percepatan di Kayu Manis dan Kertamaya,” tutup Rudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *