Kritik Anggaran Berujung Teror, Ketua BEM UGM Diintai ‘Agen Asing’

Ketua BEM UGM mengalami serangkaian teror setelah melayangkan surat protes ke UNICEF terkait ketimpangan anggaran pendidikan di Indonesia

Rekam24.com, Yogyakarta – Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengalami serangkaian teror setelah melayangkan surat protes ke UNICEF terkait ketimpangan anggaran pendidikan di Indonesia. Tekanan tersebut muncul dalam bentuk pesan ancaman dari nomor internasional hingga pengintaian fisik.

Gangguan dimulai pada Senin (9/2/2026), tak lama setelah BEM UGM menyoroti ironi kasus bunuh diri seorang siswa di NTT akibat kemiskinan, di tengah besarnya anggaran negara untuk Board of Peace (BoP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bentuk teror yang dialami Tiyo antara lain, Pesan Gelap: Rentetan pesan dari nomor berkode Inggris Raya berisi makian dan ancaman seperti “Culik mau?”, “Banci”, dan tuduhan “Jual narasi sampah”.

Baca Juga : Bogor Jadi Barometer Nasional, Menteri LH Puji Aksi Bersih-Bersih 1.000 Relawan

Pengintaian Fisik: Tiyo mengaku dikuntit oleh dua pria bertubuh tegap yang mengambil fotonya dari kejauhan. Kedua orang misterius tersebut langsung menghilang saat hendak dikonfrontasi.

Menanggapi hal ini, Universitas Gadjah Mada tidak tinggal diam. Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menegaskan bahwa pihak universitas telah berkomunikasi langsung dengan Tiyo.

“UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika dari ancaman atau teror mana pun,” tegas Made Andi.

Saat ini, Kantor Keamanan (K5L) UGM telah ditugaskan untuk memantau keamanan Tiyo secara khusus demi menjamin keselamatan sang mahasiswa selama beraktivitas di lingkungan kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *