Kunjungi BRBIATPP Bogor, Titiek Soeharto Dorong Inovasi Alat Pengasapan Ikan Jadi Solusi Tanpa Freezer

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Budidaya Ikan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRBIATPP) Bogor

Rekam24.com, Bogor – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Budidaya Ikan Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRBIATPP) Bogor. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung inovasi teknologi perikanan sekaligus memetakan kendala nyata di lapangan.

Dalam tinjauan tersebut, jajaran Komisi IV memberikan apresiasi tinggi terhadap alat pengasapan ikan portabel. Inovasi ini dinilai menjadi solusi cerdas bagi pembudidaya yang memiliki keterbatasan akses terhadap mesin pendingin (freezer).

“Kami sangat mengapresiasi inovasi alat pengasapan ini. Tidak hanya untuk lele, tapi bisa untuk berbagai jenis ikan. Ini sangat membantu memperpanjang masa simpan produk dan memperluas pasar tanpa harus terbebani biaya listrik freezer yang mahal,” ujar Titiek di sela peninjauan.

Baca Juga : Siap Guncang Bioskop 16 April, Film Ghost in the Cell Joko Anwar Dibeli 86 Negara

Titiek berkomitmen akan mendorong pengadaan alat tersebut agar dapat diproduksi massal dan disalurkan sebagai bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan di berbagai daerah.

Selain pengolahan pascapanen, BRBIATPP Bogor juga memamerkan inovasi pakan berbasis sistem bioflok. Teknologi pakan ini diklaim mampu mempercepat masa panen sekaligus menekan biaya produksi sehingga lebih ekonomis bagi peternak.

Tak hanya itu, hilirisasi produk di balai ini telah merambah pada bahan pangan bergizi untuk mendukung program Dapur MPASI (Makanan Pendamping ASI). Inovasi ini diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Baca Juga : Ciliwung Kian Memprihatinkan, Prof. Dr. Etty Riani: Butuh “Disiplin Sistem” ala Jepang untuk Benahi Hulu hingga Hilir

Meski kaya akan teknologi, Titiek mencatat tantangan besar pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, jumlah penyuluh perikanan di Indonesia baru mencapai kisaran 4.000 orang, sangat jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 12.000 orang.

“Penyuluh adalah ujung tombak. Kami akan mendorong kementerian terkait untuk meningkatkan jumlah tenaga penyuluh secara signifikan agar inovasi dari balai riset ini benar-benar sampai dan diterapkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *