Rekam24.com, Bogor – Kondisi lalu lintas yang padat merayap di Jalan Otista, Kota Bogor, kerap menjadi sorotan masyarakat. Namun, Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), Ridho, mengajak warga untuk melihat fenomena kemacetan tersebut dari perspektif yang lebih positif sebagai indikator kemajuan sebuah kota.
Menurut Ridho, kemacetan yang terjadi di pusat-pusat kota besar seperti Bekasi, Bandung, hingga Tasikmalaya, merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hal ini menandakan bahwa kota tersebut telah menjadi tujuan utama pergerakan masyarakat.
“Jangan aneh kalau kota yang tingkat ekonominya maju dan jadi tujuan masyarakat luar pasti ada kemacetan. Justru kota yang kurang berkembang, suasananya sepi karena kendaraan pun jarang. Jadi, kemacetan ini tanda kota kita memang berkembang,” ujar Ridho saat ditemui di kawasan Jalan Roda, Bogor.
Baca Juga : Event Lari Fiktif di Bogor Makan Korban, Nama Pemkot Dicatut, Kerugian Capai Rp300 Juta!
Ridho membandingkan kondisi Bogor dengan daerah lain yang belum sepadat wilayah Jawa Barat. Ia menyebut daerah di Papua seperti Kabupaten Tolikara atau Nduga yang cenderung sepi karena aktivitas kendaraan dan ekonomi yang belum setinggi di Bogor.
Lebih lanjut, Ridho menjelaskan bahwa kemacetan bukan semata-mata kegagalan pemerintah daerah dalam mengelola lalu lintas. Ada faktor lain yang memengaruhi, salah satunya adalah tidak adanya regulasi yang membatasi usia kendaraan pribadi di Indonesia.
“Di Indonesia, kendaraan tua dari zaman kemerdekaan pun masih boleh jalan, berbeda dengan di Malaysia yang ada batasannya. Sementara volume jalan tetap, sedangkan jumlah kendaraan pribadi terus bertambah. Ini yang memenuhi jalan-jalan kita,” jelasnya.
Baca Juga : Evakuasi Menegangkan Macan Tutul Liar di Bogor, Tim Gabungan TSI dan BKSDA Turun Tangan
Ia juga menekankan bahwa urusan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab Dinas Perhubungan atau Pemerintah Kota semata, melainkan juga melibatkan peran kepolisian.
Di sisi lain, Ridho mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor dalam menata kawasan Jalan Roda, Lawang Seketeng, hingga Jalan Pedati agar menjadi lebih rapi dan nyaman bagi warga.
Ia mengajak masyarakat untuk bijak dan mendukung kepemimpinan Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Wakil Walikota, Jenal Mutaqin, dalam membangun kota secara bertahap.
“Pemerintah pasti punya program prioritas, seperti perbaikan jalan yang dilakukan bertahap karena keterbatasan alat dan aparatur. Mari kita bantu dan doakan agar pemimpin kita bisa membawa Bogor menjadi lebih baik, maju, dan bersih,” pungkasnya sebelum melanjutkan aktivitas di kawasan Surya Kencana.










