Menu MBG di Kalimurini Dikeluhkan Oleh Warga

Program MBG, kebijakan Presiden Prabowo Subianto, dikeluhkan oleh warga sekitar, di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor

Rekam24.com, Bogor – Program makan bergizi gratis (MBG), kebijakan Presiden Prabowo Subianto, dikeluhkan oleh warga sekitar, di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Makanan tersebut, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat atau arahan dari presiden yaitu bergizi.

Makanan yang diberikan secara pararel selama tiga hari ini, dengan kemasan yang diisi Biskuit Regal 8 bungkus, Susu 3 pis, telur 3 pis, dan pisang 3 biji. Selain itu, ada juga makanan lainnya seperti, 1 Susu kotak 125 ml, 1 bungkus kacang telur, 1 Roti anget, 4 buah lengkeng.

“Kami menilai makanan ini, tidak sesuai yang diharapkan oleh warga sekitar, dan banyak dikeluhkan, apalagi saya sebagai orangtua tidak setuju dengan makanan yang diberikan oleh dapur MBG,” kata salah satu tokoh masyarakat, Jojo, Sabtu 03 Januari 2026.

Baca Juga : Pemkab Bogor Kembali Gulirkan Relaksasi Pajak 2026, Ringankan Beban Masyarakat dan Tingkatkan Kepatuhan Bayar Pajak

Menurutnya, dapur MBG yang terletak, di Kampung Kalimurni ini, menyajikan makanan untuk pelayanan kepada balita melalui posyandu, jauh dari standar makan bergizi, anak yang berusia balita sedang masa pertumbuhan.

“Balita masih masa pertumbuhan, kalau porsi makanan seperti ini, jauh dari standar dan posisi gizi, menu ini juga tidak sebanding dengan anggaran perporsinya,” ujar dia yang merupakan aktivis.

Selain itu, kata dia, yang mirisnya lagi menu makanan ini juga diberikan kepada pelajar sederajat SD/MI yang ada di wilayahnya.

Baca Juga : Detik-Detik Ekskavator Lepas dari Trailer, Picu Kecelakaan Beruntun di Jonggol Bogor

“Kami menilai menu yang berupa Susu 2 biji, Pisang 1 biji, Jeruk 2 biji, telur rebus 3, Roti tawar 3 potong, Keju slice 3 lembar. Disini peran pengawasan dapur MBG ini kemana, seharusnya mereka melakukan pengawasan kepada dapur-dapur yang merupakan program presiden Prabowo Subianto,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *