Padukan Budaya dan Spiritual, Panitia Cap Go Meh Bogor Usung Tema “Harmony in Diversity

CGM di Kota Bogor tahun ini akan tampil dengan nuansa yang berbeda. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, panitia penyelenggara mengusung tema "Harmony in Diversity

Rekam24.com, Bogor – Perayaan Cap Go Meh (CGM) di Kota Bogor tahun ini akan tampil dengan nuansa yang berbeda. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, panitia penyelenggara mengusung tema Harmony in Diversity yang memadukan kekayaan budaya Tionghoa dengan kekhidmatan suasana spiritual umat Muslim.

Ketua Panitia Cap Go Meh, Arifin Himawan, menyatakan bahwa meskipun persiapan dilakukan di tengah keterbatasan waktu, kualitas parade tetap menjadi prioritas utama.

Arifin menjelaskan bahwa tahun ini merupakan awal dari siklus unik di mana Cap Go Meh dan Ramadan jatuh secara bersamaan, sebuah fenomena yang diprediksi akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

Baca Juga : Oknum ASN BPK Ditahan, Polres Bogor Proses Kasus Penganiayaan ART

“Momentum ini sangat bagus karena ada dua momen bersamaan. Cap Go Meh bicara soal kebudayaan, Ramadan bicara spiritual. Kami mengusung tema Harmony in Diversity, yang artinya harmoni di dalam kebersamaan,” ujar Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa acara tahun ini akan menjadi pilot project bagi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang agar semakin matang dan tertata.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dimulai sejak sore hari, parade budaya tahun ini baru akan dilaksanakan setelah salat Tarawih selesai. Durasi acara pun dibatasi sekitar 2 hingga 2,5 jam.

Baca Juga : Akses Jalan Danasasmita Mulai Digarap, Pemkot Bogor Lakukan Cut and Fill di Sumur Tujuh

Karena waktu yang terbatas, panitia melakukan penyesuaian pada peserta dan rute:

Prioritas Lokal: Peserta parade, termasuk Liong dan Barongsai, diprioritaskan dari Kota Bogor guna efisiensi waktu.

Rute Lebih Pendek: Jika tahun lalu rute mencapai 2,2 km hingga Simpang Tiga Batu Tulis, tahun ini rute hanya bermula dari Suryakencana menuju Gang Aut, melewati Pasar Cunpot, keluar di Gang Besi, dan kembali ke Suryakencana.

Selain parade, perayaan akan dimeriahkan dengan Pasar Malam Tempo Jadul yang berlangsung pada 1-3 Maret. Pasar ini akan menyuguhkan tiga pilar utama: suasana Imlek, kopi legendaris, dan nuansa bulan suci Ramadan.

Baca Juga : Garuda Memanggil! 25 Pemain Perebutkan Kursi Skuad Piala ASEAN Futsal 2026

“Pasar mulai beroperasi sore hari agar masyarakat bisa berbelanja takjil untuk berbuka puasa. Kami harap UMKM di sepanjang Jalan Suryakencana mendapatkan manfaat maksimal,” jelasnya.

Sisi kemanusiaan juga tetap terjaga melalui agenda rutin tahunan:

Tanggal 1: Buka puasa bersama 400 anak yatim (memasuki tahun ke-11).

Tanggal 8: Buka puasa bersama 200 penyandang disabilitas di Vihara Dhanagun.

Untuk kenyamanan pengunjung, panitia menyarankan parkir kendaraan di Mall BTM, Botani Square, atau sepanjang Jalan Otista. Sementara itu, tamu VIP akan diarahkan parkir di Hotel 101 sebelum menuju titik kumpul di Vihara Dhanagun.

Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata serta anggota DPR RI Komisi VIII. Sebanyak 12 tim Liong-Barongsai, 4-5 grup seni budaya, serta tim Marawis dijadwalkan akan mengisi parade untuk memperkuat simbol akulturasi budaya di Kota Hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *