Pasar Bogor Segera Dibongkar, Revitalisasi Terpadu dengan Plaza Bogor Dimulai

Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor memastikan Pasar Bogor saat ini telah memasuki tahapan akhir menuju proses pembongkaran

Rekam24.com, Bogor – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor memastikan Pasar Bogor saat ini telah memasuki tahapan akhir menuju proses pembongkaran. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PPJ Kota Bogor, Jaenal Abidin, saat memberikan pembaruan terkait progres revitalisasi pasar legendaris tersebut.

“Pasar Bogor sekarang situasinya sudah masuk tahap proses rencana pembongkaran. Setelah pengosongan pasar pada 23 Oktober, kita masuk tahap appraisal. Untuk nilai bongkaran, hasil lelang kemarin sekitar Rp7 miliar,” ujar Jaenal.

Ia menjelaskan, meskipun secara teknis Pasar Bogor sudah siap dibongkar, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung lantaran masih menunggu perizinan dari dinas terkait.

“Sekarang posisinya sedang dalam proses pengurusan izin pembongkaran. Jadi tidak bisa langsung dibongkar begitu saja. Harus ada izin dari dinas terkait, khususnya dari PUPR. Setelah izin keluar, baru kita mulai pembongkaran,” jelasnya.

Jaenal menambahkan, tanda-tanda awal pembongkaran sudah mulai terlihat di lapangan. Area belakang pasar telah dipagari dan sejumlah rolling door di dalam pasar mulai diangkut.

“Sekarang sudah mulai dipagar, dan di bagian belakang pasar sudah mulai dilakukan proses pembongkaran ringan,” katanya.

Dibongkar Bersamaan dengan Plaza Bogor

Terkait teknis revitalisasi, Jaenal memastikan Pasar Bogor akan dibongkar bersamaan dengan Plaza Bogor, dan dikembangkan menjadi satu kawasan terpadu.

“Berbarengan. Jadi dua pasar itu nanti jadi satu kesatuan. Kita sedang mematangkan konsepnya,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil Highest and Best Use (HBU) yang disusun PPJ pada 2022–2023, kawasan Pasar Bogor akan dikembangkan menjadi area multifungsi karena nilai lahannya yang tergolong premium.

“Yang pertama kita rencanakan gedung parkir untuk mengatasi kekurangan parkir di sekitar Surya Kencana. Kedua, hotel untuk meningkatkan PAD. Ketiga, convention hall untuk mendukung aktivitas pariwisata dan bisnis. Keempat, pusat kuliner dan pasar bersih. Jadi fungsi pasar tetap ada, tapi konsepnya pasar bersih,” papar Jaenal.

Setelah pembongkaran rampung dan konsep dimatangkan, PPJ akan melanjutkan ke tahap build contest guna mencari investor.

Relokasi Pedagang dan Insentif ke Pasar Jambu Dua

Jaenal juga menjelaskan terkait relokasi pedagang dan penanganan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Bogor. Dari total sekitar 300 pedagang di dalam pasar, saat ini seluruh area Pasar Bogor telah dikosongkan.

“Yang di dalam itu kurang lebih 300 pedagang. Sekarang sudah kosong, tapi memang baru sebagian kecil yang pindah ke Pasar Jambu Dua,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, PPJ bersama investor Pasar Jambu Dua memberikan sejumlah insentif agar pedagang mau beralih.

“Kita siapkan gratis masuk selama tiga bulan. Lalu ada diskon harga kios 20 persen dari PT BAM. Dari PPJ sendiri, kami berikan diskon 80 persen service charge selama satu tahun, dan tahun kedua diskon 50 persen. Jadi dua tahun berturut-turut ada keringanan,” jelas Jaenal.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat mendorong seluruh pedagang dan PKL untuk segera masuk ke Pasar Jambu Dua demi kelancaran revitalisasi Pasar Bogor.

“Mudah-mudahan ke depan semuanya bisa pindah. Ini bagian dari upaya kita menata pasar dan kawasan kota agar lebih tertib dan modern,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *