Pasar Jambu Dua Siap Jadi Sentra Logistik Bogor Utara, PKL Diguyur Kemudahan Sewa

Pasar Jambu Dua saat ini menyediakan sekitar 900 ruang dagang (space) yang disiapkan untuk menampung para pedagang

Rekam24.com, Bogor – Transformasi penataan pedagang di Kota Bogor memasuki babak baru. Pasar Jambu Dua diproyeksikan menjadi pusat (sentra) pemasok komoditas sayur, buah, hingga kelontong utama bagi wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Utara. Jumat, (20/3/26)

Langkah ini mempertegas komitmen bersama antara pengelola dan para pedagang untuk memajukan roda perniagaan di Kota Bogor. Pemasangan spanduk dukungan di kawasan pasar menjadi simbol harmonisasi dan sinergi dalam menata ekosistem pasar yang lebih modern dan tertib.

Pasar Jambu Dua saat ini menyediakan sekitar 900 ruang dagang (space) yang disiapkan untuk menampung para pedagang dari empat lokasi strategis, terdiri dari jalan roda, pedati, bata lawang dan seketeng.

Baca Juga : Aksi Maling Motor di Cafe Billiard One Way Bogor Digagalkan Juru Parkir

Estimasi jumlah pedagang yang akan berpindah sebanding dengan kuota yang tersedia. Namun, Kepala Unit Pasar Jambu Dua Bogor pada Perumda Pasar Pakuan Jaya, Iwan Arif Budiman telah menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan peminat.

“Jika kapasitas yang ada saat ini masih kurang, kami akan melakukan penambahan space untuk mengantisipasi seluruh pedagang agar terakomodasi dengan baik.” Ujar Iwan.

Guna meringankan beban awal operasional, sejumlah skema kemudahan diberikan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Baca Juga : Depok ‘Curi Start’! Sebagian Warga Gelar Shalat Idul Fitri Hari Ini, Merujuk Hilal Global

“Kemudahan itu PKL bebas sewa 3 bulan pertama, hanya bayar pengelolaan, listrik dan kebersihan. Namun jika ingin menitip tabungan diarahkan untuk persiapan DP”. Lanjut Iwan.

Dari sisi infrastruktur, aksesibilitas menuju Pasar Jambu Dua kini semakin mumpuni setelah dilakukan pelebaran jalan di Jalan Ahmad Yani.

Untuk menjamin tingkat kunjungan tetap tinggi dan memudahkan pembeli, pihak pengelola juga telah mengusulkan perubahan dan penambahan rute angkutan kota (angkot) kepada Dinas Perhubungan Jawa Barat agar akses transportasi umum langsung menjangkau area pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *