Rekam24.com, Bogor – Sudrajat (49), pedagang es gabus asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengaku menjadi korban dugaan kekerasan oleh oknum aparat saat menjalani pemeriksaan di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia dituduh menggunakan bahan berbahaya berupa spons atau bedak dalam es yang dijualnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sudrajat menyebut dirinya diamankan aparat dan dibawa untuk diperiksa oleh pihak kepolisian. Ia baru dilepaskan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
“Jam 10 pagi dibawa, keluarnya jam 3 pagi. Abis itu langsung dilepas, saya dianter sama polisi,” ujar Sudrajat.
Baca Juga : Isak Tangis Anak Penjual Es Gabus yang Difitnah: “Bapak Pulang Subuh, Badannya Lemas dan Bilang Dipukul”
Sudrajat mengatakan pemeriksaan dilakukan di Polsek Kemayoran. Selama proses tersebut, ia mengaku mengalami kekerasan fisik dan dipaksa mengakui tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Sakit, digebugin. Perih, semuanya ditonjok. Dipaksa ngaku. ‘Ngaku nggak lu?’ Kalau bilang iya, ditonjok, dijedot-jedot aja,” ungkapnya.
Ia juga menyebut kekerasan tersebut dilakukan oleh lebih dari satu orang. Sudrajat mengaku saat dirinya direkam dalam sebuah video, kondisi tersebut sudah terjadi setelah ia mengalami pemukulan.
Baca Juga : Jalan Kota Bogor Bolong, PUPR Sebut Semua Daerah Sama Pemicunya Hujan
“Waktu divideo itu sudah dipukul, Iya, polisi sama TNI, dua-duanya,” jelasnya.
Selama kejadian, Sudrajat mengaku tidak melakukan perlawanan.
“Diem aja. Udah lah, mereka mah keroyokan. Rakyat mah di bawah, mereka di atas,” ucapnya lirih.
Diketahui, Sudrajat telah berdagang es selama kurang lebih 30 tahun dan berjualan di kawasan Kemayoran. Ia menyebut saat kejadian dirinya sedang berjualan es kue.
Baca Juga : Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun
“Tuduhannya es spons dari bedak. Padahal lagi diperiksa, langsung ditonjok, dipukul semuanya,” katanya.
Sudrajat merupakan warga yang telah tinggal di lokasi sejak tahun 2007. Rumah yang ditempatinya disebut merupakan rumah milik orang tuanya.
Selain pihak kepolisian, Sudrajat mengatakan pihak kelurahan juga sempat mendatangi kediamannya.
“Selain polisi, lurah Agus juga datang ke sini,” tuturnya.









