Rekam24.com, Bogor – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan dan sekretaris jenderal berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025). Pertemuan berlangsung selama tiga jam dalam suasana akrab dan penuh dialog.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyebut pertemuan tersebut sebagai upaya kolektif dalam membahas kondisi bangsa dan mempererat sinergi antara pemerintah dan umat Islam.
“Kami berdialog dari hati ke hati, membahas persoalan bangsa secara utuh. Kami bersepakat untuk bahu-membahu mengatasi berbagai tantangan, serta mengajak masyarakat tetap tenang,” ujar Gus Yahya.
Baca Juga :Festival Merah Putih 2025 Bogor Ditutup dengan Doa Bersama Lintas Agama
Ia juga mengungkapkan rencana pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo dan ormas Islam yang akan digelar di Istana Negara guna merumuskan tekad dan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan nasional.
Senada, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya peran ormas Islam dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengapresiasi keterbukaan Presiden Prabowo dalam menerima masukan serta komitmennya terhadap persatuan dan demokrasi.
“Demokrasi harus dijalankan secara bertanggung jawab dan beradab, tanpa diwarnai kekerasan atau tindakan yang merusak kesatuan bangsa,” ucap Haedar.
Baca Juga : Fitur Live di TikTok Hilang pada Sabtu Malam, Pengguna Bertanya-tanya Apakah Ini Pembungkaman?
Merespons pertemuan strategis tersebut, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bogor, Agus Rustandi, menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo yang merangkul tokoh-tokoh ormas Islam sebagai representasi kekuatan umat dalam menjaga stabilitas nasional.
“Langkah Presiden Prabowo mengajak berdialog para pemimpin ormas Islam menunjukkan kepemimpinan yang inklusif dan merangkul. Ini sangat penting di tengah situasi sosial-politik saat ini. Kami di FPK sangat mendukung upaya kolaboratif ini demi terwujudnya Indonesia yang damai, utuh, dan sejahtera,” tegas Agus, 31 Agustus 2025.
Menurutnya, peran ormas Islam sangat strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, menjaga kerukunan umat, serta mencegah polarisasi di tengah masyarakat. Ia berharap, hasil dari pertemuan tersebut bisa ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Selain PBNU dan Muhammadiyah, pertemuan juga dihadiri pimpinan dari berbagai ormas Islam lain seperti Dewan Dakwah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Syarikat Islam, Persatuan Islam, Wahdah Islamiyah, Mathla’ul Anwar, dan Al-Washliyah.
Presiden Prabowo dalam kesempatan itu didampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih.