Rekam24.com, Bogor – Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) siap kembali menyapa warga pada 3 Maret 2026. Perhelatan tahun ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan, menjadikannya momentum unik bagi kerukunan umat beragama di Kota Hujan.
Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, mengungkapkan bahwa perpaduan momen ini merupakan peristiwa langka yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kami melihat ini sebagai peluang emas untuk mempererat toleransi. Event CGM dan Ramadan 2026 di Kota Bogor akan menjadi simbol nyata kerukunan dalam satu bingkai budaya,” ujar Arifin, Senin (12/1).
Baca Juga : Tragedi Lahan Jagung Dramaga: Polisi Ringkus 2 Pengeroyok, 8 Orang Masih Buron
Penyesuaian Rute dan Waktu Mengingat pelaksanaan dilakukan saat bulan puasa, panitia melakukan sejumlah penyesuaian teknis untuk menjaga kenyamanan bersama:
Rute Lebih Pendek: Jika sebelumnya pawai mencapai Jalan Siliwangi, kali ini rute dibatasi hanya sampai Gang Aut, kemudian iring-iringan akan kembali melalui Jalan Roda.
Waktu Pelaksanaan: Agar tidak berbenturan dengan ibadah salat Tarawih, puncak pawai budaya baru akan dimulai setelah waktu tarawih selesai.
Baca Juga : Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir dan Penghijauan di Musrenbang Kelurahan Ciriung
Bazar UMKM dan Santunan Anak Yatim Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan bazar UMKM selama tiga hari (1–3 Maret 2026) di sepanjang Jalan Suryakencana. Menariknya, pembukaan bazar akan diawali dengan buka puasa bersama 400 anak yatim dari enam kecamatan di Kota Bogor.
“Bazar UMKM Ramadan ini dimulai sore hari dengan sentuhan religi dan seni budaya. Kami sedang menyiapkan tenda sepanjang 100 meter untuk menampung sekitar 150 pelaku UMKM pilihan,” tambah Arifin.










