Rekam24.com, Bogor – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, menegaskan bahwa kegiatan reses memiliki peran strategis dalam menjaring dan mengawal usulan pembangunan daerah, khususnya untuk perencanaan tahun anggaran 2027.
Agus Salim menjelaskan, berbagai usulan pembangunan harus dikejar sejak awal agar dapat masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan terakomodasi dalam pokok-pokok pikiran DPRD, terutama pada periode Februari hingga Maret. Menurutnya, setiap usulan harus melalui alur formal yang jelas dan tidak bisa muncul secara tiba-tiba, terlebih untuk program berskala besar.
“Reses ini utamanya memang untuk kepentingan usulan tahun 2027, sebagaimana Musrenbang yang juga sudah mulai membahas perencanaan tahun tersebut,” ujarnya.
Baca Juga : Geger! Warga Sukaraja Temukan Pria 48 Tahun Tewas Membusuk di Kamar
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya usulan yang bersifat mendesak dan dapat diupayakan masuk melalui APBD Perubahan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Agus Salim menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia memaparkan sejumlah jalur usulan yang perlu diselaraskan, mulai dari jalur desa dan kelurahan, jalur teknokratik dari perangkat daerah, hingga jalur aspirasi anggota DPRD melalui reses dan kunjungan daerah pemilihan.
“Semua jalur ini harus disinergikan agar tidak tumpang tindih dan tetap sejalan dengan visi dan misi Bupati,” jelasnya.
Baca Juga : Duet Bunda Zazel Dan H. Dody Bawa Energi Baru, PORSI Kota Bogor Siap Sukseskan Porprov XV
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap aktif menyampaikan aspirasi secara tertulis maupun lisan, seraya berharap berbagai usulan yang disampaikan dapat masuk dalam prioritas pembangunan wilayah Kabupaten Bogor, khususnya kawasan penyangga ibu kota.










