Sambut Tahun Baru 2026, Polresta Bogor Kota Siagakan 642 Personel dan Terapkan Penyekatan Tiga Ring

Polresta Bogor Kota bersama jajaran Kodim 0606 dan Pemkot Bogor mematangkan kesiapan pengamanan malam pergantian tahun baru 2026

Rekam24.com, Bogor –  Polresta Bogor Kota bersama jajaran Kodim 0606 dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mematangkan kesiapan pengamanan malam pergantian tahun baru 2026. Sebanyak 642 personel gabungan disiagakan untuk memastikan situasi Kota Hujan tetap kondusif, aman, dan nyaman.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prastyo, mengungkapkan bahwa fokus pengamanan akan terbagi di empat titik utama yang diprediksi menjadi pusat keramaian massa.

“Ada empat titik yang menjadi perhatian kita bersama, yaitu Tugu Kujang, Air Mancur, Alun-alun Bogor, dan Lapangan Sempur,” ujar Kombes Pol Eko Prastyo saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga : Jadi Tuan Rumah 25 Cabor, Kota Bogor Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi di PORPROV XV

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, pihak kepolisian telah membagi wilayah hukum Kota Bogor ke dalam tiga ring pengamanan,

Ring 1  Meliputi Simpang Baranangsiang, Tugu Kujang, Empang, Irama Nusantara, dan Simpang Air Mancur.

Ring 2 Menjaga area Simpang Ekalokasari, BNR, Pancasan, Gunung Batu, hingga Semplak.

Ring 3 Fokus pada akses masuk kota (perbatasan), seperti Simpang Ciawi, Bubulak, dan Yasmin.

Baca Juga : Bidik 100 Emas di PORPROV 2026, Kota Bogor Andalkan Cabor Beladiri dan Atlet Kelas Dunia

“CB (Cara Bertindak) yang akan kita laksanakan meliputi pengalihan arus jika dalam kota sudah padat, pembatasan kendaraan yang masuk dari luar kota, serta sistem buka-tutup secara situasional,” tegas Kapolresta.

Kombes Pol Eko Prastyo menekankan beberapa poin penting bagi warga maupun wisatawan. Salah satunya adalah larangan penggunaan kembang api sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

Selain itu, kepolisian akan menindak tegas segala bentuk konvoi kendaraan, terutama mobil bak terbuka.

Baca Juga : Anaknya Dianiaya Saat Kegiatan Organisasi Mahasiswa, Ibu Korban Penganiayaan Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

“Saya tekankan, tidak ada konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat, apalagi menggunakan bak terbuka. Jika kami temukan, akan langsung kami putar balik ke asalnya,” pungkasnya.

Petugas juga terus konsisten melakukan operasi minuman keras (miras) dan narkoba, mengingat miras menjadi sumber utama gangguan penyakit masyarakat.

Selain keramaian tahun baru, petugas tetap memprioritaskan keamanan gereja-gereja yang menyelenggarakan ibadah malam tahun baru dan ibadah pagi di tanggal 1 Januari.

Baca Juga : Anaknya Dianiaya Saat Kegiatan Organisasi Mahasiswa, Ibu Korban Penganiayaan Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Terkait sektor pariwisata, Kapolresta mencatat adanya kenaikan volume kendaraan hingga 60% dan okupansi hotel mencapai 75%. Untuk itu, pos pantau wisata telah didirikan di titik-titik krusial seperti Kebun Raya Bogor (KRB), Alun-alun, dan The Jungle.

“Kami juga mengerahkan personel Polwan di pos pantau wisata. Kami mengimbau wisatawan yang membawa anak kecil agar waspada dan menjaga pengawasan secara ketat agar kejadian anak terlepas dari orang tua tidak terulang kembali,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Kapolresta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan kesederhanaan dan penuh rasa syukur. Di Alun-alun Bogor sendiri, akan digelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya bagi warga di Sumatera.

“Mari kita sambut tahun 2026 dengan menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadikan Kota Bogor aman, nyaman, dan kondusif bagi semuanya,” tutup Kombes Pol Eko Prastyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *