Sempat Terjerat Jebakan Babi, Macan Tutul Remaja di Gunung Mas Bogor Akhirnya Kembali ke Hutan

Seekor macan tutul telah dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Rekam24.com, Bogor – Seekor macan tutul yang sempat menghebohkan warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dipastikan telah dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kepastian ini disampaikan oleh Polisi Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Jawa Barat, Dani Hamdani. Ia menjelaskan bahwa satwa langka tersebut masih berusia remaja, yakni sekitar 4 tahun. Langkah pelepasliaran segera diambil untuk menjaga sifat liar sang kucing besar tersebut.

“Macan tutul ini harus segera dikembalikan ke habitatnya. Jika terlalu lama dalam penanganan manusia, dikhawatirkan naluri alaminya hilang dan tidak buas lagi,” ujar Dani, Senin (6/4/2026).

Baca Juga : Bongkar Tabiat Sarwendah Usai Dicerai Ruben Onsu, Betrand Peto Beber Hubungan dengan sang Bunda Kini

Dani menambahkan, macan tutul memiliki daya jelajah yang sangat luas, mencapai radius 100 kilometer dalam sehari untuk mencari mangsa. Wilayah jelajahnya mencakup Cisarua, Megamendung, Cigombong, hingga melintasi batas Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.

“Kemunculannya di pemukiman bukan hal yang aneh, meski jarang terjadi. Mereka biasanya hanya melintas saat berburu mangsa alami seperti ayam hutan, kancil, atau kelinci,” tambahnya.

Kronologi Evakuasi Sebelumnya, macan tutul tersebut ditemukan warga dalam kondisi terjerat. Diduga, satwa dilindungi ini tidak sengaja masuk ke dalam jebakan babi hutan saat turun dari gunung untuk mencari makan.

Baca Juga : Ogah Terburu-buru, Sule Ungkap Alasan Belum Bocorkan Tanggal Pernikahan dengan Santyka Fauziah

Dalam proses evakuasi, tim BBKSDA Bogor bekerja sama dengan tim Life Science dari Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Direktur Utama TSI Bogor, Aswin Sumampau, menyebutkan pihaknya menerjunkan dokter hewan, paramedik, dan kurator untuk memastikan kondisi kesehatan satwa pasca-terjerat.

“Tim kami dikerahkan ke lokasi untuk memberikan penanganan terbaik. Seluruh proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan BKSDA Bogor sesuai prosedur perlindungan satwa liar,” ungkap Aswin.

Setelah menjalani observasi medis dan dinyatakan dalam kondisi stabil, macan tutul tersebut kini telah kembali ke rimba TNGGP. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tidak memasang jerat di sekitar kawasan hutan karena dapat mengancam keberlangsungan ekosistem dan satwa yang dilindungi undang-undang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *