Studi Populix!Berburu Takjil Jadi Tradisi Wajib Gen Z dan Milenial Saat Ramadan

Riset terbaru dari Populix bertajuk "Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial" mengungkapkan bahwa aktivitas membeli kudapan berbuka kini telah bertransformasi

Rekam24.com, Jakarta – Ramadan bukan lagi sekadar soal ibadah dan kebersamaan keluarga. Bagi generasi muda, tradisi “berburu takjil” kini telah mengakar kuat sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup selama bulan suci.

Riset terbaru dari Populix bertajuk “Berburu Takjil Menurut Gen Z dan Milenial” mengungkapkan bahwa aktivitas membeli kudapan berbuka kini telah bertransformasi. Dari yang semula sekadar pemuas lapar, menjadi momen sosial yang paling dinantikan.

Secara etimologis, takjil berasal dari bahasa Arab ‘ajila’ yang berarti menyegerakan. Di Indonesia, maknanya meluas menjadi makanan pembuka. Namun, Susan Adi Putra, Research Director Populix, menyebutkan adanya pergeseran makna yang lebih dalam di kalangan anak muda.

Baca Juga : Satu Tahun Kepemimpinan Dedie-Jenal: Dari Sektor Transportasi hingga Kesehatan, Masyarakat Puas

Berdasarkan survei tersebut, aktivitas berburu takjil kini menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka (ngabuburit), mengalahkan kegiatan pasif seperti bermain media sosial atau memasak sendiri.

“Sebanyak 41% anak muda menganggap berburu takjil bukan sekadar self-reward setelah seharian berpuasa, melainkan sudah menjadi tradisi Ramadan yang tidak tergantikan,” jelas Susan.

Data menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi:

Frekuensi: Lebih dari separuh responden membeli takjil hampir setiap hari.

Menu Gen Z: Minuman manis seperti es teh, es buah, dan es campur tetap menjadi primadona.

Menu Milenial & Perempuan: Lebih condong memilih kue tradisional sebagai pendamping berbuka.

Pilihan Lain: Gorengan, kurma, hingga dessert kekinian tetap masuk dalam daftar belanjaan wajib.

Meski pembelian langsung di lapak kaki lima masih mendominasi, kanal digital mulai menunjukkan taringnya. Sekitar sepertiga responden, terutama perempuan, kini lebih memilih memesan takjil melalui aplikasi pesan-antar makanan atau media sosial.

“Kanal online membuka peluang peningkatan omzet yang signifikan bagi para pelaku usaha,” tambah Susan.

Survei ini dilakukan pada 18–19 Februari 2025 melalui platform PopSurvey. Melibatkan 1.000 responden dari kalangan milenial dan Gen Z dengan komposisi gender seimbang. Mayoritas responden (93%) beragama Islam dan berasal dari kelompok ekonomi menengah ke atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *